Sabtu, 27 November 2021

Kapitra: Tuntutan JPU Berbenturan dengan Rasa Keadilan Masyarakat

Kapitra: Tuntutan JPU Berbenturan dengan Rasa Keadilan Masyarakat

Foto: Konferensi Pers GNPF MUI terkait Aksi Simpatik 55. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Pada konferensi pers yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Tim Advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera mengatakan bahwa baru kali ini secara lembaga merespon persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Banner Iklan Swamedium

“Bahwa tentu momen ini merupakan kali pertama GNPF secara lembaga resmi merespon kasus penistaan agama. Dan baru hari ini pula kami merespon terkait tuntutan dari JPU yang kami nilai terlalu rendah, karena bukan hanya berbenturan pada keadilan satu golongan saja namun rasa keadilan dari kebanyakan masyarakat yang mayoritas,” kata Kapitra, Selasa (2/5).

Kapitra menambahkan, pasal penodaan agama yang dilakukan pada beberapa waktu lalu, bahwa tuntutan JPU yang menuntut terdakwa tidak ada dalil hukum yang digunakan sama sekali.

“Tidak akurat juga, tidak valid dalam menjatuhkan tuntutan, yang seharusnya JPU bisa menjatuhkan hukuman yang lebih berat,” jelasnya.

Kapitra menjelaskan, terkait bahwa kuasa hukum terdakwa mengelak dengan kata “pakai” dalam persidangan kasus penistaan agama, kami nilai bahwa itu sama saja terdakwa tidak pernah melakukan penodaan agama, padahal nyatanya ada masyarakat yang merasa dinistakan agamanya.

“Artinya sama saja bahwa kata pakai bisa saja digunakan siapapun sebagai alat kejahatan untuk menyerang masyarakat tertentu,” tambahnya lagi.

Di akhir keterangannya, Kapitra berharap tidak boleh ada intervensi dari siapa pun terhadap majelis hakim.

“Dengan tegas kami sampaikan untuk mengawal pemberlakukan hukum sesuai UU yang berlaku, siapapun yang melakukan, dan meminta majelis hakim agar tidak boleh ada intervensi dari siapa pun termasuk dari oknum pemerintahan, bahwa untuk kasus yang sama harus dihukum dengan pasal yang sama,” pungkasnya. (Jok/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita