Sabtu, 04 Desember 2021

Kementerian BUMN Targetkan Pangsa Pasar Bank Syariah 10%

Kementerian BUMN Targetkan Pangsa Pasar Bank Syariah 10%

Jakarta, Swamedium.com – Kementerian BUMN akan mengembangkan perbankan syariah agar pangsa pasarnya bisa mencapai angka 10%. Caranya, bank induk syariah BUMN akan mencari mitra dari pihak luar untuk menambah ekuitas bank syariah.

Banner Iklan Swamedium

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain, Gatot Trihargo mengatakan pada 2017 ini pihak Kementerian BUMN akan mengembangkan perbankan syariah. Saat ini, ungkapnya, Kementerian BUMN memasang target pangsa pasar (market share) dari bank syariah mencapai 10 persen.

Gatot mengatakan hingga saat ini market share perbankan syariah mencapai angka 3 sampai 5 persen. Beberapa upaya dilakukan oleh pihak Kementerian BUMN untuk bisa meningkatkan market share dari perbankan syariah ini.

“Dua cara. Ekuitasnya dinaikan ke buku tiga atau kita ke bank syariah internasional. Jadi bisa transfer knowledge sambil nambah ekuitas,” ujar Gatot, Ahad (30/4).

Gatot mengatakan, nantinya bank induk syariah BUMN akan bersinergi mencari partner dari pihak luar untuk bisa menambah ekuitas bank syariah. Menurut dia, pihak BTN dan BRI akan bersama-sama mencari mitra untuk anak usaha bank syariahnya guna mencari tambahan ekuitas. Sedangkan bank Mandiri dan BNI juga akan melakukan hal yang sama.

“Kita rame rame beauty contest. Kita gak mau begitu partner tapi pasif. Kita mau, seperti halnya syariah lainnya. Kita mau tumbuh besar,” ujar Gatot.

Mitra untuk menambah ekuitas bank syariah ini tak hanya semata mata menambah likuidtas untuk membesarkan ekuitas. Tetapi juga untuk menambah transfer knowledge agar pihak perbankan syariah Indonesia bisa mendapatkan pelajaran yang lebih banyak.

“Jadi kita mau belajar juga dari bank bank syariah yang ada di Malaysia misalnya, jadi selain menambah ekuitas juga kita mau transfer knowledge,” ujar Gatot. (republika.co.id)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita