Selasa, 20 April 2021

Terjunkan 5 Juta Massa, GNPF-MUI Dukung Vonis Berat untuk Ahok

Terjunkan 5 Juta Massa, GNPF-MUI Dukung Vonis Berat untuk Ahok

Foto: Ajakan Aksi Simpatik 55 oleh GNPF MUI (Facebook Kapitra Ampera)

Jakarta, Swamedium.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) kembali akan melakukan aksi pada hari Jum’at 5 Mei 2017, atau Aksi Simpatik 55. Aksi GNPF MUI ini dalam rangka mendukung independensi hakim dalam menegakkan hukum seadil-adilnya atas kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama yang akan divonis pada 9 Mei 2017.

Banner Iklan Swamedium

“Aksi Simpatik 55 ini diselenggarakan resmi oleh GNPF MUI, untuk menuntut terdakwa Basuki divonis seberat-beratnya,” kata Wakil Ketua GNPF-MUI, KH Misbahul Anam, dalam wawancaranya di Radio DAKTA, Selasa (2/5).

“Aksi Simpatik 55 ini berada di bawah komando GNPF MUI dan didukung oleh ormas-ormas Islam lainnya. Aksi ini merupakan suara hati Umat Islam, yang berharap agar penegak hukum bersikap netral dan tidak berkubu,” tegas KH Misbahul Anam.

Senada dengan KH Misbahul, pimpinan tim advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera mengemukakan, aksi tersebut akan digelar mulai dari shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat dengan dilanjutkan dengan aksi long march menuju Mahkamah Agung (MA).

“Kami mengajak untuk aksi damai dan simpatik menjaga keadilan hukum Ahok harus dihukum maksimal,” ujar Kapitra, Jakarta, Senin (1/5).

Kapitra menjelaskan peserta aksi bela Islam 55 itu diperkirakan akan dihadiri oleh jutaan umat Islam yang mencari keadilan.

“Estimasi sekira 5 juta, mereka alumni 212,” ujar Kapitra.

Lebih jauh, Kapitra menegaskan aksi ini juga akan digelar acara doa bersama untuk tujuan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Polisi tidak boleh melarang karena aksi dilindungi oleh Pasal 18 UU No 9 Tahun 1998,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Majelis Hakim akan memutuskan atau memvonis terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 9 Mei 2017 mendatang. Ahok sendiri dinilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) terbukti melanggar Pasal 156 KUHP. Ahok hanya dijerat satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita