Selasa, 20 April 2021

Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI ke-3 Terbaik Dunia Dikritik, Ini Pembelaan Misbakhun

Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI ke-3 Terbaik Dunia Dikritik, Ini Pembelaan Misbakhun

Foto: Anggota Komisi XI DPR Misbakhun (Merdeka)

Jakarta, Swamedium.com – Kolumnis ekonomi internasional, Jake van der Kamp mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia. Dari hasil penelitiannya, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik seperti yang dikatakan oleh Jokowi.

Banner Iklan Swamedium

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru kalah jauh dari India, bahkan masih kalah dengan Mongolia, Timor Leste dan Papua Nugini untuk kawasan Asia.

Anggota Komisi XI DPR, Misbakhun mengatakan, perdebatan soal peringkat pertumbuhan ekonomi harus diakhiri. Pasalnya, apa yang dikatakan Jokowi adalah hal yang benar.

“Karena yang disampaikan oleh Presiden Jokowi memang benar, benar bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah nomor tiga di dunia,” ujar Misbakhun, Rabu (3/5).

Menurutnya, pernyataan Jokowi adalah untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS, yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, Turkiye, South Africa.

Misbakhun menjelaskan, BRICS merupakan kelompok negara emerging market. Faktanya, katanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang nomor tiga setelah India dan China.

“Membandingkan perekonomian Indonesia memang harus dengan negara-negara emerging market yang memiliki size dan volume sama. India dan China merupakan dua negara besar di Asia yang memang pantas diperbandingkan dengan size, volume dan karakter permasalahan ekonominya dengan Indonesia,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan Laos, Bangladesh, Myanmar, Filipina dan Timor Leste tentu kurang tepat. Sebab, dari sisi size dan volume juga berbeda jauh.

“Karakter dan permasalahan ekonominya berbeda. Yang pantas sebagai perbandingan adalah negara-negara BRICS yang emerging market sehingga perbandingannya akan lebih sepadan akan memberikan penilaian yang lebih obyektif dan lebih adil,” ucapnya.

Melihat fakta ini, Misbakhun menyebut bahwa pernyataan Presiden Jokowi di Hong Kong soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di peringkat ketiga di dunia harus dimaknai sebagai perbandingan yang adil dan objektif.

“Pertumbuhan nomor tiga di dunia dibandingkan negara-negara BRICS tersebut harus menjadi kebanggaan nasional dan menjadi prestasi bagi Tim Ekonomi pemerintahan Presiden Jokowi. Apalagi pemerintahan Presiden Jokowi saat ini harus menghadapi situasi ekonomi global dan regional yang penuh ketidakpastian,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita