Sabtu, 27 November 2021

Komisioner OJK Sebut Pasar Sektor Riil Syariah Penting Digarap

Komisioner OJK Sebut Pasar Sektor Riil Syariah Penting Digarap

Foto: Muliaman sebut pasar sektor riil syariah penting digarap (nico andrianto/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com– Selain perbankan syariah, saat ini sektor riil syariah tumbuh dengan meyakinkan di Indonesia. Dalam makalah yang berjudul The Indonesia Islamic Economic: Driving to the Next Level, Muliaman Hadad (2 Mei 2017) menyampaikan pentingnya digarap pasar sektor riil syariah. Dalam acara diskusi di Iluni Magister Manajemen UI, Selasa (2/5).

Banner Iklan Swamedium

Menurut Muliaman, sektor riil yang sudah ada diantaranya adalah perumahan islami, wisata syariah, busana muslim, buku dan majalah islam, serta kosmetika, obat-obatan dan makanan halal, dan lainnya yang nilainya ditargetkan mencapai Rp325 Trilyun pada tahun 2019.

Sektor riil seperti halal industry, pembangunan infrastruktur, serta perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat diharapkan bisa bersinergi dengan sistem keuangan syariah yang sudah ada. Potensi besar ekonomi syariah di Indonesia didukung oleh muslim Indonesia yang rata-rata berusia muda, yang membutuhkan produk dan jasa keuangan syariah yang variatif dan inovatif.

Untuk meningkatkan kontribusi keuangan syariah di Indonesia, menurut Muliaman Dharmansyah Hadad diperlukan beberapa strategi. Pertama perlunya mendorong penerapan sasaran dan kebijakan pengembangan keuangan syariah RPJMN. Misalnya melalui kontribusi perbankan syariah untuk mengurangi financial gap pembangunan infrastruktur yang pada tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp626 Trilyun.

Kedua, mendorong pemanfaatan SJK syariah sebagai pilihan bagi pembiayaan BUMN dan program pembangunan nasional. Hal ini misalnya dicontohkan oleh adanya sindikasi pembiayaan pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja sebesar Rp834 milyar oleh enam bank syariah.

Perbankan syariah Indonesia saat ini memiliki market size sekitar 5 persen. Layanan keuangan syariah ini didukung oleh 13 Bank Umum syariah, 21 unit usaha syariah, dan 164 BPR Syariah. Sementara pasar modal syariah telah mencatat market size sebesar 44 persen, melalui 346 Daftar Efek Syariah, 132 Reksa Dana Syariah, Sukuk Korporasi, dan Sukuk Negara.

Menurut Muliaman Hadad yang juga menjabat Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, institusinya telah mendorong lembaga keuangan syariah untuk terus melakukan inovasi produk serta layanan keuangan syariah, dengan mengikuti teknologi dan gaya hidup masyarakat. Hal ini bisa dilakukan misalnya melalui digital banking, Financial Technology, dan inovasi produk wakaf. (Nico Andrianto/Jurnalis Warga)

Foto: Muliaman sebut pasar sektor riil syariah penting digarap (nico andrianto/swamedium)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita