Sabtu, 04 Desember 2021

Komisioner OJK Nilai Masa Depan Ekonomi Syariah Indonesia Sangat Cerah

Komisioner OJK Nilai Masa Depan Ekonomi Syariah Indonesia Sangat Cerah

Foto: Sharia Economic Outlook 2017” yang diadakan oleh Iluni Magister Manajemen UI. (Nico/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Optimisme terhadap masa depan ekonomi syariah diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad di Jakarta, Selasa (2/5).

Banner Iklan Swamedium

Dalam acara bertajuk “Sharia Economic Outlook 2017” yang diadakan oleh Iluni Magister Manajemen (MM) UI tersebut, Muliaman menyampaikan bahwa Ekonomi syariah terus tumbuh baik di level dunia maupun di Indonesia.

Muliaman mengatakan, bahwa aset keuangan syariah dunia pada Tahun 2015 telah mencapai USD 2 Trilyun, dan diproyeksikan akan menyentuh angka USD 3,5 Trilyun pada Tahun 2021.

“Tren tersebut sejalan dengan data State of the Global Islamic Economy Report 2016 yang menunjukkan bahwa total pengeluaran penduduk muslim dunia mencapai USD 1,9 Trilyun pada Tahun 2015, dan diperkirakan terus meningkat sampai USD 3 Trilyun pada 2021,” kata Muliaman, di Auditorium BRI, Gedung MM UI, Jakarta, Selasa (2/5).

Dia mengutarakan, pengeluaran terbesar ekonomi syariah dunia adalah untuk keperluan makanan dan minuman yang mencapai 61 persen. Pengeluaran terbesar berikutnya berturut-turut diduduki oleh kebutuhan pakaian (13 persen), media dan hiburan (10 persen), travel (8 persen), serta kosmetika dan obat-obatan (7 persen).

“Pertumbuhan ekonomi syariah dunia diantaranya didorong oleh terus bertumbuhnya kelas menengah muslim penduduk dunia,” ujar Muliaman.

Dalam acara yang diselenggarakan di Kampus UI Jalan Salemba Raya tersebut, Muliaman juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang berpotensi besar menjadi kekuatan pengembangan sektor jasa keuangan syariah dunia.

“Saat ini aset keuangan syariah Indonesia menempati urutan ke-9 di dunia di bawah Malaysia, Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Turki,” ungkapnya.

Menurut Muliaman, saat ini Indonesia telah memiliki industri jasa keuangan syariah yang lengkap, yang terdiri dari perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non-bank syariah. Per bulan Februari 2017, keseluruhan aset keuangan syariah Indonesia menyentuh angka Rp897,1 Trilyun, yang separuhnya merupakan aset perbankan syariah. Oleh Global Islamic Finance Report 2016, Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia digolongkan sebagai Emerging Leaders, yaitu negara yang berpotensi besar memiliki pengaruh global dalam sektor jasa keuangan syariah. (Nico)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita