Sabtu, 04 Desember 2021

Satgas Pangan Siap Turun ke Pasar Demi Kendalikan Harga

Satgas Pangan Siap Turun ke Pasar Demi Kendalikan Harga

Jakarta, Swamedium.com – Selama bulan Ramadhan dan Lebaran, pedagang yang berani mempermainkan harga pangan bakal langsung berurusan dengan aparat. Pasalnya, pemerintah telah membentuk Satgas Pangan yang akan menjaga stabilitas harga pangan.

Banner Iklan Swamedium

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama sejumlah menteri membentuk Satuan Tugas Pangan untuk menstabilkan harga pangan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Lebaran 2017.

“Sudah dibentuk Satgas Pangan. Mabes Polri dipimpin Irjen Pol Setyo Wasisto yang bergabung dengan instansi-instansi terkait,” kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/5).

Satgas tersebut akan melakukan pengawasan harga pangan di pasar-pasar yang akan dievaluasi hasilnya setiap dua pekan. Selain melakukan pengawasan harga dan ketersediaan sembako, satgas ini juga bertugas melakukan penegakan hukum terhadap kartel dan mafia pangan.

Di tingkat daerah juga akan dibentuk Satgas Pangan Polda bersama sejumlah dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan. Satgas Pangan Polda dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda.

Selain pembentukan Satgas Pangan, pihaknya juga melakukan tatap muka jarak jauh dengan kapolda, gubernur , bupati dan walikota sejumlah daerah.
Sembako Cukup
Dari hasil tatap muka tersebut, diketahui bahwa ketersediaan sembako di Tanah Air mencukupi hingga Lebaran.

“Suplai sembako aman. Ketersediaan sembako aman. Persoalan rantai distribusi yang ada spekulan, penimbun, kartel sedang kami tangani bersama,” katanya.

Koordinasi antarlembaga dan pembentukan satgas tersebut merupakan perwujudan dari perintah Presiden Joko Widodo yang meminta sejumlah menterinya agar menstabilkan harga sembako.

“Perintah dari presiden dalam rapat terbatas jelang Ramadhan dan Lebaran, beliau ingin harga sembako stabil sehingga kami sepakat dengan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, KPPU, Bulog, Bea Cukai untuk koordinasi dan konferensi video dengan daerah,” katanya.

Sejumlah menteri yang ikut dalam konferensi video bersama Kapolri di Mabes Polri adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf. Para pejabat negara tersebut melakukan konferensi video dengan sejumlah kapolda, kapolres, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Gubernur, Wali Kota dan Bupati di beberapa daerah.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga turut mengikuti konferensi video tersebut dari Semarang, Jawa Tengah. (Antara.co.id)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita