Kamis, 22 April 2021

Fokus di Perbankan, Sektor Riil Syariah Masih Terabaikan

Fokus di Perbankan, Sektor Riil Syariah Masih Terabaikan

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengimbau pelaku ekonomi syariah tidak hanya fokus menggarap bisnis perbankan syariah, tetapi juga menggarap pasar sektor riil syariah karena potensinya sangat besar. Sektor riil ini juga bisa bersinergi dengan sistem keuangan syariah yang sudah ada.

Banner Iklan Swamedium

Dalam makalahnya yang berjudul The Indonesia Islamic Economic: Driving to the Next Level, Muliaman Hadad menyampaikan pentingnya menggarap pasar sektor riil syariah. Sektor riil yang sudah ada diantaranya adalah perumahan islami, wisata syariah, busana muslim, buku dan majalah islam, kosmetika, obat-obatan dan makanan halal, dan lainnya yang nilainya ditargetkan mencapai Rp325 Triliun pada tahun 2019.

“Ekonomi syariah bukan hanya perbankan. Sektor riil seperti industri halal, pembangunan infrastruktur serta perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat perlu digarap dan diharapkan bisa bersinergi dengan sistem keuangan syariah yang sudah ada.” Jelas dia.

Dia menambahkan potensi besar ekonomi syariah di Indonesia didukung oleh muslim Indonesia yang rata-rata berusia muda, yang membutuhkan produk dan jasa keuangan syariah yang variatif dan inovatif. Selain itu, Muliaman mengungkapan untuk meningkatkan Kontribusi keuangan syariah di Indonesia diperlukan beberapa strategi.

Pertama, perlunya mendorong penerapan sasaran dan kebijakan pengembangan keuangan syariah RPJMN. Misalnya melalui kontribusi perbankan syariah untuk mengurangi kesenjangan keuangan (financial gap) pembangunan infrastruktur yang pada tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp626 triliun.

Kedua, mendorong pemanfaatan SJK syariah sebagai pilihan bagi pembiayaan BUMN dan program pembangunan nasional. Hal ini misalnya dicontohkan oleh adanya sindikasi pembiayaan pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja sebesar Rp834 miliar oleh enam bank syariah.

Seperti diketahui, perbankan syariah Indonesia saat ini memiliki pangsa pasar sekitar 5 persen. Layanan keuangan syariah ini didukung oleh 13 Bank Umum syariah, 21 unit usaha syariah, dan 164 BPR Syariah. Sementara pasar modal syariah telah mencatat pangsa pasar sebesar 44 persen, melalui 346 Daftar Efek Syariah, 132 Reksa Dana Syariah, Sukuk Korporasi, dan Sukuk Negara.

Menurut Muliaman Hadad , institusinya telah mendorong lembaga keuangan syariah untuk terus melakukan inovasi produk serta layanan keuangan syariah, dengan mengikuti teknologi dan gaya hidup masyarakat. Hal ini bisa dilakukan misalnya melalui digital banking, Financial Technology, dan inovasi produk wakaf. (nico)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita