Kamis, 22 April 2021

Ingin Sukses Berbisnis, Hindari Mental ‘Cincai’

Ingin Sukses Berbisnis, Hindari Mental ‘Cincai’

Jakarta, Swamedium.com – Banyak anak muda yang ingin sukses dalam berbisnis. Sayangnya, semangatnya untuk bekerja keras dan sukses itu tidak didukung dengan cara berpikir yang tepat, sehingga banyak yang gagal di tengah jalan.

Banner Iklan Swamedium

Bila tidak ingin gagal, salah satu mentalitas yang harus dihindari oleh anak muda adalah mental ‘cincai’, yaitu terlalu toleran atau mudah berkompromi. Mental itu harus dibuang dari pikiran bila generasi muda ingin sukses.

Orang China punya falsafah bisnis, 3C; Cengli, Cincai dan Cuan. Cengli berarti adil, jujur, terpercaya, logis dan benar. Cincai berarti toleran atau dapat memaklumi keadaan orang lain dan bertindak sesuai keadaan tersebut. Sedangkan Cuan artinya meraih keuntungan. Kalau tidak menguntungkan, sebaiknya tidak dikerjakan.

Falsafah Cincai, bagi presenter dan pengusaha Daniel Mananta sebagaimana dikutip Bisnisukm.com dinilai tidak tepat bagi generasi muda. Menurut Daniel, sekarang ini sudah saatnya generasi muda untuk melakukan bisnis dengan sepenuh hati (all out) ketika hendak terjun di dunia usaha.

“Sudah bukan jamannya pengusaha muda Indonesia bermental cincai. Mental cincai, mental kompromi, itu yang harus diubah dari mindset kita,” kata Daniel dalam konferensi pers The Big Start Indonesia.

Mental cincai, cenderung mudah menggampangkan persoalan. Karena itu, Daniel yang sukses di dunia hiburan sekaligus menjadi pengusaha fesyen yang mengusung merek ‘Dam I Love’ Indonesia ini memberikan lima resep agar anak muda sukses berbisnis, berikut ini;

Pertama,

Salah satu kekurangan pengusaha muda Indonesia adalah implementasi ide cemerlang yang kurang maksimal, sehingga hasil yang didapat juga setengah-setengah. Contohnya banyak produk keren buatan anak bangsa yang tampilan casing (kemasannya) kurang menarik, alhasil tenggelam di pasar.

Kedua,

Pengusaha muda Indonesia juga harus punya mental untuk berani bermimpi setinggi langit dan berani bersaing dengan banyak kompetitor, termasuk menghadapi pesaing dari luar negeri. Sayangnya kebanyakan orang Indonesia tidak percaya diri, sehingga potensi yang ada hanya akan terkubur tanpa ada yang tahu kekuatan mereka.

Ketiga,

Jangan sepelekan internet, karena pengusaha muda Indonesia bisa bersaing secara global dengan bantuan internet. Melalui internet, Daniel kini telah berhasil mengirimkan produk Damn! I Love Indonesia ke berbegai negara. Internet memudahkannya jangkau pasar yang lebih luas. “Jadi gue percaya diri banget sebagai anak muda bisa berkompetisi dengan market global,” kata Daniel.

Keempat,

Segera beraksi dan jangan terlalu banyak menganalisa. Boleh-boleh saja melakukan survey terlebih dahulu sebelum terjun di dunia usaha, tapi jangan sampai kamu terlalu banyak menganalisa sehingga aksi yang harusnya segera dimulai justru hanya terus ditunda sampai akhirnya dibatalkan. “Buat riset sederhana dan lakukan saja dulu,” imbuhnya.

Kelima,

Sebagai pengusaha, kegagalan memang menjadi risiko. Tapi kamu harus bisa melihatnya dari segi positif sebagai calon pengusaha sukses, karena gagal bisa dijadikan pembelajaran. Kalau tidak mau gagal, tentu kita juga tidak pernah bisa belajar.

Tiada yang mustahil bila kita berusaha maksimal dan berdoa. Bila Daniel Mananta saja bisa sukses, tentu kalian juga bisa. Selamat berjuang. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita