Selasa, 20 April 2021

Inilah Seruan KH Bachtiar Nasir untuk Aksi Simpatik 55

Inilah Seruan KH Bachtiar Nasir untuk Aksi Simpatik 55

Jakarta, Swamedium.com — Menjelang digelarnya Aksi Simpatik 55 yang diadakan pada Jumat (5/5) besok, Ketua Gerakan Pengawal Nasional Fatwa (GNPF) MUI KH. Bachtiar Nasir menyampaikan seruannya kepada umat Islam.

Banner Iklan Swamedium

Dalam seruannya yang diterima redaksi swamedium.com, pria yang akrab disapa UBN itu menyampaikan 4 poin utama dalam pelaksanaan Aksi Simpatik 55.

Keempat poin itu adalah:

1. Bersih
Jagalah kebersihan hati, kebersihan pikiran, kebersihan diri, dan kebersihan lingkungan. Masing-masing membawa kantong plastik dan membuang sampah di tempatnya. Jangan biarkan secarik kertas pun berserakan dan jaga kebersihan bersama.

2. Tertib
Tertib di jalan, tertib di kendaraan, tertib berlalu lintas, tertib di tempat-tempat umum dan sebagai seorang hamba jadilah hamba yang beradab dengan menjaga ketertiban umum dan jangan berpikir untuk melanggar aturan.

3. Aman
Orang-orang yang beriman menjadikan aman dengan keimanannya dan menjaga keamanan bagi lingkungan sekitarnya. Jika ada provokasi atas nama agama dan itu tidak memberikan rasa aman bukanlah ciri-ciri orang yang beriman. Karenanya jangan terprovokasi untuk melakukan tindakan yang menimbulkan kerusakan. Tindakan merusak fasilitas publik diharamkan dalam agama. Kita bermohon kepada Allah dan Allah pasti menurunkan keadilan-Nya di Indonesia untuk hamba-Nya yang bermunajat kepada-Nya.

4. Damai
Hati yang damai, pikiran yang damai, orasi yang damai, dan sebarkan kedamaian karena Islam adalah agama damai. Sayangi orang di sekeliling kita, para ibu berjalan dan berkumpul sesama kaum ibu, dan para pria jagalah martabat kaum hawa dan jagalah mereka. Persiapkan segala kebutuhan pribadi, mulai dari nakanan, obat-obatan, payung dan persiapan lain agar kita bisa menjaga diri.

Lebih lanjut UBN menjelaskan, bahwa Aksi Simpatik 55 adalah sebuah ekspresi umat Islam yang merasa terusik keadilannya akibat tuntutan ringan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan Kasus Penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Karenanya, ini adalah aksi untuk mendukung independensi hakim dalam persidangan kasus penodaan agama, untuk menjatuhkan hukum berdasarkan nurani,” ujarnya.

UBN juga menyampaikan kepada Mahkamah Agung dan Majelis Hakim bahwa Aksi Simpatik 55 bukan untuk menekan pihak pengadilan, karena GNPF MUI tidak ada dalam posisi itu.

“Kepada majelis hakim yang mulia dan kami hormati, kami tidak pada posisi untuk menekan sistem peradilan sedikit pun. Kami hanya bermunajat kepada Allah SWT di Masjid Istiqlal dan menyampaikan aspirasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia, dan setelah itu kami serahkan keputusan kepada yang Mulia Majelis Hakim, dan kami bertawakkal kepada Allah SWT Yang Maha Adil,” tutur UBN.

“Semua fokus di Istiqlal dan akan ada delegasi yang diterima oleh perwakilan Mahkamah Agung RI. Perbanyak zikir dan doa, apalagi ini adalah hari jumat, sehingga perbanyaklah membaca Surat al-Kahfi dan Surat al-Mulk. Semoga munajat kita dikabulkan Allah SWT dan Allah turunkan keadilan-Nya untuk Indonesia,” imbuhnya.

UBN juga menyerukan bagi kaum muslimin di Jakarta untuk membantu kaum muslimin yang datang dari luar Jakarta.

“Kita bantu mereka yang tidak punya kendaraan, tempat tinggal, konsumsi, dan medis. Masjid-masjid dan majelis taklim, terima kasih jika telah menyediakan tempat dan konsumsi. Jika semua itu berjalan, itu menjadi indikator kesuksesan kita,” ucapnya.

“Aksi Simpatik 55 adalah ekspresi bermunajat kepada Allah SWT dan Allah pasti kabulkan doa-doa kita, dan kita dimenangkan karena kita memperjuangkan keadilan. Ketahuilah bahwa Allah Maha Adil. Allahu Akbar,” kata UBN menutup seruannya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Fakta Berita