Kamis, 15 April 2021

Karangan Bunga di Mabes Polri Dianggap Abaikan Hak Pejalan Kaki

Karangan Bunga di Mabes Polri Dianggap Abaikan Hak Pejalan Kaki

Jakarta, Swamedium.com — Puluhan karangan bunga memenuhi trotoar depan gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejak Rabu (3/5) kemarin.

Banner Iklan Swamedium

Fenomena karangan bunga menjadi viral di beberapa media arus utama, setelah kontroversi karangan bunga untuk Ahok kali ini hal yang sama terjadi untuk Kapolri.

Tidak beda dengan Ahok, karangan bunga untuk Kapolri juga menggunakan fasilitas umum, kali ini trotoar menjadi sasaran penempatannya. Kondisi itu dikritisi oleh komunitas Koalisi Pejalan Kaki dalam akun instagramnya, Kamis (4/5).

“Pejalan kakinya ga tertib nih, masa berjalan kaki di jalan raya..ditrotoar dong! #SelamatkanPejalanKaki #JanganGagalFokus,” kata akun tersebut.

Kalimat tersebut bernada sindiran terhadap keberadaan karangan bunga yang memenuhi area trotoar sebagai tempat bagi pejalan kaki.

Sementara warganet lainnya, asepsaiba berkomentar, “speechless”.

“Asal naroo,” ujar kevinagasshi.

Ada lagi warganet lainnya yang mengkritisi hal tersebut dengan bertanya siapa yang sebenarnya intoleran.

“So, who will be the “untolerants”?” ucap Ivan Virnanda dalam sebuah grup Whatsapp yang berisi pegiat keselamatan jalan dan lalu lintas.

Perlu diketahui, koalisi pejalan kaki adalah sebuah komunitas yang beranggotakan pegiat pejalan kaki yang sejak pertengahan 2011, kerap menggugat dan mengkritisi penyalahgunaan terhadap fungsi trotoar sebagai fasilitas khusus pejalan kaki dan kaum disabilitas.

Dalam akun instagramnya, mereka menggelar beberapa aksi ‘selamatkan pejalan kaki’ salah satunya dengan menghadang pesepeda motor yang melintasi trotoar. Terakhir mereka juga memprotes keras terhadap mobil yang parkir di trotoar.(ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita