Sabtu, 24 April 2021

Komisi VIII DPR: Karangan Bunga untuk Polisi dari Kelompok yang Tidak Suka Aksi Simpatik 55

Komisi VIII DPR: Karangan Bunga untuk Polisi dari Kelompok yang Tidak Suka Aksi Simpatik 55

Jakarta, Swamedium.com — Maraknya karangan bunga yang ditujukan kepada Kepolisian mengundang reaksi beragam dari masyarakat.

Banner Iklan Swamedium

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr Ir H. Sodik Mujahid meyakini karangan bunga tersebut terkait dengan Aksi Bela Islam 55 atau Aksi Simpatik 55 yang rencananya akan digelar Jumat (5/5) besok.

“Adanya gerakan yang secara masif terkait dengan tebar karangan bunga di Mabes Polri dan Mapolda Jabar, mereka tidak suka dengan menyindir umat Islam yang diwakili Oleh GNPF MUI selaku penggerak Aksi 5 Mei besok,” ujarnya ketika dihubungi swamedium.com.

Menurut Sodik, masih ada sebagian kelompok belum dapat memahami bawah tuntutan dari Umat Islam adalah tuntutan yang dilegalkan secara hukum dan murni persoalan hukum saja, yaitu terkait dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Ahok.

“Apapun bentuk aksi membela kehormatan agama baik Islam, dan atau agama yang lain, bukanlah sebuah tindakan yang anti kebhinekaan, seperti yang selama Ini dipersepsi oleh sebagian kecil kelompok,” ungkapnya.

Sodik Mujahid juga mengingatkan bahwa umat Islam adalah Umat yang sangat toleran. Hal ini sudah tercermin dan dibuktikan semenjak ikhlasnya umat Islam terkait penghapusan tujuh kata pada piagam Jakarta yang sekarang diakui sebagai Sila pertama Pancasila.

“Jika Umat Islam tidak memiliki toleransi yang tinggi maka tidak Mungkin masyarakat Indonesia dapat hidup Damai Selama puluhan tahun secara berdampingan dengan keberagaman Agama,” tegasnya.

Bahkan Sodik Mujahid juga mempertanyakan, siapa sesungguhnya yg tidak toleransi terkait dengan perbuatan Ahok di Kepulauan Seribu.

“Bagaimana jika agama lain yang dihina kehormatannya, di saat membela agamanya melalui jalur hukum yang sah, dianggap tidak toleransi dan anti kebhinekaan?,” tanya Sodik.

Maka dari itu, Sodik berharap aparat hukum termasuk kepolisian, kejaksaan dan pengadilan dapat berlaku adil. (Avid)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita