Jumat, 23 April 2021

Serapan Anggaran Jabar 2016 Tertinggi di Indonesia, Capai 93,6 Persen

Serapan Anggaran Jabar 2016 Tertinggi di Indonesia, Capai 93,6 Persen

Foto: Gubernur Ahmad Heryawan menyampaikan laporan anggaran kepada DPRD Jabar. (www.jabarprov.go.id)

Bandung, Swamedium.com – Penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk tahun 2016 mencapai 93,6 persen. Angka serapan anggaran ini adalah penyerapan anggaran yang tertinggi di antara Provinsi lain di Indonesia.

Banner Iklan Swamedium

”Belum ada dalam sejarah. Ini tertinggi di antara Provinsi lain di Indonesia. Semua penyerapan anggaran pada seluruh Dinas telah maksimal hingga seluruhnya mencapai 93,6 persen tahun 2016,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (2/5) lalu.

Dalam laporan yang dibacakan Aher itu, disebutkan angka-angka perkembangan makro dan mikro ekonomi secara umum mengalami peningkatan. Sepanjang 2016, program-program pembangunan yang dilakukan Pemprov Jabar telah berhasil dan membuahkan 22 penghargaan dari pemerintah pusat untuk tingkat nasional.

”Alhamdulillah semua berjalan lancar. Angka-angka perkembangan makro maupun mikro ekonomi seluruhnya secara umum naik. Kami pun tak menyangka program pembangunan yang kami buat menghasilkan penghargaan walaupun semenjak awal pembangunan kami tidak meniatkan mendapatkan penghargaan,” ujar Aher seperti dilansir Pikiran Rakyat.

Walau begitu, pihaknya menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan selama 2016 dan hal itu telah menjadi catatan untuk perbaikan di tahun berikutnya. Terutama pada angka pengangguran yang sedikit naik, namun pada saat yang sama, angka kemiskinan mengalami penurunan.

”Saya katakan bahwa seluruh indikator makro Jabar tahun 2016 seluruhnya positif kecuali di angka pengangguran yang sedikit naik namun di saat yang sama angka kemiskinan turun signifikan,” ungkapnya.

Kenaikan angka pengangguran tersebut, lanjut Aher, ada beberapa penyebab, bisa dari eksternal, kebijakan pusat, Provinsi maupun kebijakan dari Kabupaten/Kota karena keseluruhannya saling berkaitan.

“Ini akan kami evaluasi karena baru kali ini. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi. Tapi pada saat yang sama, kami justru, tahun 2016 itu, mendapatkan angka pertumbuhan ekonomi paling tinggi di pulau Jawa. Kemudian penurunan kemiskinan di Jabar turun tajam juga, berarti positif trennya,” tuturnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita