Senin, 29 November 2021

Sosiolog: Politisasi Karangan Bunga Picu Konflik Horisontal

Sosiolog: Politisasi Karangan Bunga Picu Konflik Horisontal

Bandung, Swamedium.com — Fenomena karangan bunga yang sejak Rabu (3/5) kemarin memenuhi gedung Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan juga mengundang reaksi dari Sosiolog UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Dulkiah, M.Si. Ia menyebut adanya ketakutan berlebihan dari sebagian orang.

Banner Iklan Swamedium

“Karangan Bunga tersebut merupakan simbol dari adanya “ketakutan berlebihan” terhadap gerakan gerakan yang mereka tuduh sebagai gerakan radikalisme di Indonesia,” ujarnya di Bandung, Kamis (4/5).

Dulkiah menilai adanya karangan bunga tersebut justru berpotensi mengundang konflik horisontal di masyarakat.

“Karangan bunga juga menyampaikan pesan bahwa adanya potensi konflik horisontal di tengah masyarakat. Ini tentu harus segera disikapi oleh pemerintah dengan bijak,” ucapnya.

Dulkiah yang juga peneliti di bidang radikalisme agama di Indonesia ini juga menambahkan, adanya karangan bunga tersebut perlu diselidiki kemurniannya, apakah benar karangan bunga tersebut terjadi secara natural dari masyarakat atau sengaja dimobilisasi oleh pihak tertentu yang sengaja mengatasnamakan masyarakat.

“Ini kan banyak yang karangan bunga anonim. Pihak pihak yang sengaja memobilisasi karangan bunga ini tentu dapat diduga sedang melakukan upaya “politisasi karangan bunga” yang jika tidak dibarengi dengan sikap yang bijak dari pemangku kepentingan bukan tidak mungkin dapat memberikan implikasi negatif, bahkan dapat saja memicu konflik laten secara horizontal di antara elemen masyarakat,” jelasnya. (Avid/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita