Selasa, 20 April 2021

Perundingan Konflik Freeport Ditargetkan Tuntas Oktober

Perundingan Konflik Freeport Ditargetkan Tuntas Oktober

Jakarta, Swamedium.com – Kisah pertambangan PT Freeport Indonesia di Timika, Papua ini bak film perburuan harta karun, yang saling adu kuat untuk memperebutkan emas. Kedua belah pihak yang berseteru , yaitu Pemerintah dan Freeport McMoran (pemegang saham PT Freeport Indonesia) saat ini masih adu kuat di meja perundingan untuk mencari solusi terkait investasi Freeport.

Banner Iklan Swamedium

Pemerintah dan Freeport sama-sama ngotot untuk menguasai Freeport, sehingga membutuhkan solusi yang diangap menguntungkan atau adil untuk kedua belah pihak (win-win solution). Negosiasi yang sudah berlangsung sejak tahun lalu itu ditargetkan selesai pada Oktober tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengadakan pertemuan tertutup dengan CEO Freeport McMoRan Inc. Richard C. Adkerson, di Jakarta, Kamis (4/5). Pertemuan tersebut merupakan yang pertama antara tim perundingan dari pemerintah dan PT Freeport Indonesia.

“Hari ini kick of meeting yang langsung mendapatkan pengarahan dari Pak Menteri sebagai bekal perundingan pemerintah dengan PT Freeport,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Teguh Pamudji kepada Merdeka.

Teguh mengungkapkan, sesuai kesepakatan bersama antara pemerintah dan PT Freeport, Tim Perundingan diberi waktu secara keseluruhan untuk mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan negosiasi sampai 10 Oktober.

“Kita masih ada waktu lima bulan. Tapi harapannya pak Menteri, bila bisa diselesaikan dalam 1 atau 2 bulan lebih cepat beri apresiasi pada tim perundingan,” katanya.

Teguh mengungkapkan, ada empat hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu stabilitas investasi, aturan fiskal dan divestasi (kelangsungan operasi setelah tahun 2021) dan pembangunan smelter.

“Keempat substansi pembahasan ini harus dilaksanakan satu paket, ini yang menjadi bekal kami berdasarkan arahan dari pak Menteri,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Freeport Richard Adkerson mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi bersama.

“Kita memulai proses ini, kita melakukan dan berdiskusi dan kita melakukan ini dalam hal yang bagus dalam win win solution,” kata Richard.

Solusi yang adil untuk kedua belah pihak tersebut, lanjutnya, dimulai dengan mendeskripsikan isu PT Freeport. “Kuncinya adalah jaminan untuk tetap dapat beroperasi, sehingga kita tetap ingin untuk berinvestasi dan kita bisa melakukan kesepakatan dan investasi,” jelasnya.

Selain itu, Richard juga berjanji akan mensejahterakan warga Papua. Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa pihak, diantaranya hadir tim lengkap Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, BKPM, Jaksa Agung, Pemerintah Papua, Timika dan masyarakat adat. Rencananya, pertemuan ini akan digelar rutin setiap hari Selasa. (*/maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita