Jumat, 27 November 2020

Berita Soal Air Minum ‘Aqua’ Berbahaya itu Hoax

Berita Soal Air Minum ‘Aqua’ Berbahaya itu Hoax

Jakarta, Swamedium.com – Hati-hati dengan berita bohong atau hoax. Sekarang banyak yang menggunakan berita bohong sebagai alat untuk membunuh pesaing bisnisnya. Ini yang dialami oleh salah satu produk air minum dalam kemasan (AMDK), Aqua.

Kabar hoax soal produk Aqua yang berbahaya bagi kesehatan karena ada kandungan fluoride pada air minum dalam kemasan itu menjadi viral di media sosial. Bila tidak ada klarifikasi, dikhawatirkan banyak yang mempercayai berita itu benar.

“Informasi itu adalah hoax,” jelas Manajemen Aqua dalam rilisnya, Jumat (5/5). Namun mereka tidak menjelaskan seberapa besar dampak berita bohong itu bagi penjualan produknya.

Manajemen Aqua dalam rilisnya menegaskan bahwa produknya aman dikonsumsi. Sebab, kandungan fluoride dalam produk tersebut tidak lebih dari 0,5 miligram per liter.

Kandungan itu jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 1,5 miligram per liter. Seperti disebutkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Selain itu, kandungan fluoride dalam produk Aqua selalu dipantau secara berkala. Sebagai produk AMDK, jelas manajemen Aqua, produknya juga mendapatkan sertifikat SNI, serta dipantau oleh Lembaga Sertifikasi Produk.

“Fluoride merupakan kandungan mineral alami yang terdapat dalam sumber air. Mineral ini berkhasiat bagi tubuh sebagai salah satu zat gizi mikro. Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, fluoride bermanfaat untuk mencegah karies gigi dan berperan penting dalam pembentukan email gigi pada anak-anak,” tulisnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memberikan klarifikasinya bahwa Badan POM selalu melakukan penilaian terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan, sebelum diedarkan di wilayah Indonesia atau disebut pre-market evaluation. Kemudian, secara rutin juga melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).

Badan POM menjelaskan fluoride merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh setiap orang per hari yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia.

Untuk itu, kandungan fluoride dalam air mineral diatur dalam SNI 01-3553-2006 tentang Air Minum dalam Kemasan, yang bersifat wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 96 Tahun 2011. Kandungan fluoride juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

“Badan POM mengimbau kepada masyarakat agar teliti membaca label. Jadilah konsumen cerdas, yang tidak mudah terpengaruh oleh isu di media sosial,” ungkapnya.

Jika ragu-ragu atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, Badan POM mempersilakan masyarakat menghubungi Contact Center HALO BPOM 500533 atau sms ke 081.21.9999.533 atau email: [email protected] (maida)

Related posts

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.