Sabtu, 04 Desember 2021

Dikritik Soal Peringkat Ekonomi, Inilah Hak Jawab Jokowi

Dikritik Soal Peringkat Ekonomi, Inilah Hak Jawab Jokowi

Foto: Presiden RI Joko Widodo. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Presiden Joko Widodo melayangkan hak jawab ke media South China Morning Post atas tuduhan berbohong dalam kaitan peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tulisan itu dibuat oleh kolumnis Jake Van Der Kamp, pada 1 Mei 2017.

Banner Iklan Swamedium

Dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, disebutkan kalau yang dimaksud Jokowi adalah peringkat ketiga di negara-negara G20.

“Pada saat Presiden Joko Widodo berbicara tentang peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia, di layar sedang tayang mengenai pertumbuhan ekonomi negara-negara G-20 yang menunjukkan Indonesia ada di posisi ke-3 setelah India dan RRT. Inilah konteks penjelasan presiden kepada sekitar 5.000 warga Indonesia yang hadir di Asia World Expo, Hong Kong, 30 April 2017,” kata Bey, Jumat (5/5).

Pemerintah Indonesia menilai, Van Der Kamp-lah yang keliru memaknai apa yang dipaparkan Jokowi. Apalagi tidak hadir dalam pemaparan tersebut.

“Kritik ini justru yang keliru. Van Der Kamp tidak mengetahui latar belakang penjelasan presiden,” kata Bey.

Atas kekeliruan itu, Istana melalui Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, melayangkan hak jawab terhadap tuduhan itu.

“Kami telah mengirimkan penjelasan ini melalui surat elektronik kepada pihak South China Morning Post untuk segera dimuat,” pungkas Bey. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita