Selasa, 20 April 2021

Bujet Revitalisasi Pasar Tradisional Capai Rp3 Triliun Per Tahun

Bujet Revitalisasi Pasar Tradisional Capai Rp3 Triliun Per Tahun

Foto: pasar tradisional.

Jakarta, Swamedium.com – Pecinta pasar tradisional bisa bernapas lega karena pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan eksistensinya, bahkan memperbaiki bangunannya. Setiap tahun, anggaran untuk merevitalisasi pasar tradisional mencapai Rp2 triliun-Rp3 triliun.

Banner Iklan Swamedium

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito mengatakan pemerintah melakukan revitalisasi pasar secara bertahap karena di dalam Nawacita juga ada rencana revitalisasi pasar mencapai 5.000 pasar hingga tahun 2019.

Hingga tahun 2017, dia menjelaskan pasar yang sudah direvitalisasi hampir 3.000 pasar. Tahun 2018, jumlah yang direvitalisasi ditargetkan menjadi 4.000 pasar dan menjadi 5.000 pasar di tahun 2019.

“Pasar tradisional, pasar rakyat itu adalah budaya asli dari masyarakat kita. Transaksi yang benar, yang bisa diukur adalah di pasar tradisional sehingga harusnya dibina dan dibenahi,” ujar Mendag. saat menghadiri Acara Ulang Tahun Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara di Medan seperti dikutip Antara.co.id.

Menurut dia, kebiasaan tawar menawar di pasar tradisional sudah menjadi budaya, sehingga sulit dihilangkan. Jadi kalaupun bangunan pasarnya menjadi modern, budaya tawar menawar itu akan tetap dipertahankan.

“Presiden sudah langsung memerintahkan saya untuk memberikan perhatian kepada pasar tradisonal. Pasar tradisional diperbaiki semaksimal mungkin dengan segala keterbatasan yang ada,” ujar Mendag.

Kondisi pasar yang kumuh, bocor dan tidak layak lagi, diperintahkan Presiden untuk direnovasi, rehabilitasi dan diperbaiki bersama pemerintah daerah dengan segala kemampuan yang ada.

“Pasar tradisional memang harus dubenahi karena bagaimana pedagang pasar meningkatkan ekonominya kalau kondisi pasar tidak baik,” katanya.

Mendag mengakui memang tidak semua pasar bisa terjangkau sehingga diharapkan pasar tradisional yang besar bisa mengajak pihak swasta. Kerja sama, kata Enggartiasto dengan catatan pihak swasta tersebut tidak boleh mengambil untung berlebihan. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita