Jumat, 26 November 2021

Komnas HAM: Diduga Aktor Negara Dibalik Kriminalisasi dan Teror Kepada Ulama

Komnas HAM: Diduga Aktor Negara Dibalik Kriminalisasi dan Teror Kepada Ulama

Foto: Komnas HAM menemui Presidium Alumni 212. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Lima Komisioner Komnas HAM sub Komisi Pemantau dan Penyelidikan, menerima kedatangan sejumlah tokoh yang berada dalam Presidium dan tim Advokasi Alumni 212.

Banner Iklan Swamedium

Natalius Pigai salah seorang komisioner KOMNAS HAM subkomisi pemantauan dan penyelidikan mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran HAM.

“Kami tim yang langsung menangani dan menindaklanjuti kasus yang dialami oleh alim ulama dan habaib seperti kasus kriminalisasi aktifis, ustadz, alim ulama dan habaib,” ujarnya di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (8/5).

Pria asal Papua ini menerangkan bahwa kasus dugaan kriminalisasi alim dan ulama sudah dalam tahap inventarisir.

“Jangan pernah takut menyampaikan apa saja, karena Komnas HAM tidak terpengaruh dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapa pun, ini rumah kita bersama,” terangnya.

Pohaknya menjelaskan, kasus-kasus yang sedang ditangani Komnas HAM kini telah menjadi salah satu fokus Komnas HAM dan saat ini tengah didalami. Ia juga mengatakan bahwa ada dugaan yang mengarah kepada the state of actor.

Berikut ini, 4 uraian sementara dari hasil invetarisasi terhadap kasus kriminalisasi ulama yang sedang didalami Komnas HAM.

1. Kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh aktor-aktor yang berasal dari Negara (the state of actor).

2. Terkait kasus penangkapan dalam dugaan upaya makar juga diduga dilakukan oleh aktor yang berasal dari Negara.

3. Terkait adanya intimidasi, teror yang bisa saja dilakukan siapapun terlebih lagi yang juga dapat dilakukan oleh aktor yang diduga berasal dari negara.

4. Terkait hate speech, Komnas HAM menyadari bahwa ada dugaan ujaran kebencian yang diduga juga dilakukan aktor yang berasal dari negara.

Dalam hal ini, Komnas HAM sudah memproses secara administratif dan akan mengirimkan surat kepada pihak yang terkait.

“Hari ini suratnya sudah jadi, namun baru bisa besok, Selasa (9/5) dikirim ke sanak saudara korban untuk bisa ditandatangani agar bisa menjenguk korban, terkait kasus penangkapan dugaan adanya upaya makar,” tutupnya. (Jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita