Senin, 29 November 2021

PNS Kemendagri Ungkap Terdakwa e-KTP Pernah Bagi-bagi Uang

PNS Kemendagri Ungkap Terdakwa e-KTP Pernah Bagi-bagi Uang

Foto: Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. (ist)

Jakarta, Swamedim.com — Mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kemendagri yang kini jadi terdakwa e-KTP, Sugiharto, pernah bagi-bagi uang kepada 5 anak buahnya saat proyek e-KTP bergulir. Kelima orang tersebut menerima masing-masing Rp 10 juta.

Banner Iklan Swamedium

Pemberian uang tersebut diungkapkan salah seorang PNS Dukcapil Kemendagri yang menjabat sebagai Sekretaris Korwil 3, Lydia Ismu Martyati Anny Miryanti saat pengadaan e-KTP bergulir. Sebelumnya, Anny menjelaskan mengenai fungsi diadakannya Korwil dalam pengadaan e-KTP.

“Ada Ketua Korwil eselon 2, Wakil Ketua Korwil, Sekretaris Korwil, di bawahnya ada penanggung jawab Provinsi dan Kabupaten Kota,” kata Anny di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Saat itu, Anny melanjutkan kesaksiannya, ada 4 orang Sekretaris Korwil lain yang dipanggil ke ruangan Sugiharto. Mereka adalah Sekretaris Korwil 1 Kristina, Sekretaris Korwil 2 Santi, Sekretaris Korwil 4 Wiwi, dan Sekretaris Korwil 5 Handoyo.

“Lima-limanya dipanggil ke ruangan beliau, diberikan uang per korwil Rp 10 juta, untuk transport, operasional. Jadi bukan saya yang memberikan tapi kami diberikan di ruaagan beliau masing-masing kami diberi Rp 10 juta,” tutur Anny.

Saat ditanya jaksa KPK apakah dirinya bertanya dari mana asal uang tersebut, Anny menjawab tidak. Mereka juga tak menandatangani apapun terkait penerimaan Rp 10 juta itu.

“Kami tidak tahu (uang dari mana). Waktu itu kami sudah mau pulang,” ujar Anny.

Perlu diketahui, menurut pengakuan Anny, Korwil 3 bertanggung jawab untuk perekaman data e-KTP di wilayah Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Sulsel, Papua, dan Papua Barat. Sugiharto, terdakwa e-KTP merupakan Ketua Korwil 3. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita