Rabu, 21 April 2021

Bisnis Online Marak, Pengusaha Mal Mulai Mengeluh

Bisnis Online Marak, Pengusaha Mal Mulai Mengeluh

Jakarta, Swamedium.com – Gaya hidup berbelanja masyarakat mulai berubah yang semula datang ke mal, kini banyak yang mulai berbelanja via online. Pengusaha pusat perbelanjaan pun mulai mengeluh karena keuntungannya semakin menipis dan modal investasinya lama kembali.

Banner Iklan Swamedium

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A Stefanus Ridwan mengatakan turunnya minat belanja di mal itu sedikit banyak berpengaruh terhadap kemampuan para investor untuk mengembalikan modal yang mereka tanamkan dalam membangun sebuah pusat perbelanjaan.

“Tahun 1990-an itu, semua pusat belanja, 4 tahun bisa BEP (break even point atau balik modal), kok.. sekarang bisa dua kali lipat, bisa lebih? Sebab penyewa kita bayarnya semakin lama semakin sedikit,” kata Stefanus saat Rapat Kerja Nasional APPBI di Jakarta, Senin (8/5).

Sekarang, tambah dia, untuk dapat mengembalikan investasi atau return of investment, dibutuhkan waktu paling tidak 10 tahun. Bahkan, bila sebuah mal tidak terlalu sukses, waktu yang dibutuhkan untuk dapat BEP bisa lebih dari 12 tahun.

Lambannya proses pengembalian modal itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Selain karena menjamurnya e-commerce dalam beberapa tahun terakhir, tingginya pajak yang harus dibayarkan pengusaha mal juga menjadi salah satu faktornya.

“Pajak iklan jangan tanya, pajaknya selangit. Dulu kita enggak perlu bayar kan kalau ada pertunjukan musik di mal, sekarang harus kita bayar,” ungkapnya.

Menurut dia, lamanya pengembalian modal juga memengaruhi niat investor untuk menanamkan modalnya dalam bentuk pusat perbelanjaan.

Kini, banyak mal dibangun yang tidak sebagai bangunan utama, melainkan bergabung dengan menara perkantoran atau apartemen agar bisa memberikan subsidi silang bila pusat perbelanjaan untungnya sedikit. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita