Senin, 29 November 2021

Begini Kisah Laskar yang Dikabarkan Ditangkap Polisi saat Sidang Vonis Ahok

Begini Kisah Laskar yang Dikabarkan Ditangkap Polisi saat Sidang Vonis Ahok

Foto: Massa Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar saat aksi kawal sidang Ahok. (ilustrasi/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Saat putusan kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok selesai dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5) kemarin, di luar sidang sempat terjadi kericuhan antara umat Islam dengan aparat kepolisian.

Banner Iklan Swamedium

Tepatnya di depan Masjid Nurul Falah, Jalan RM Harsono nomor 29, Ragunan, Jakarta Selatan, sempat dikabarkan ada seorang laskar dari FPI yang ditangkap petugas kepolisian. Namun di saat yang sama dikabarkan pula ada seorang petugas yang diamankan oleh massa umat Islam.

Lihat juga: Seorang Laskar FPI Dikabarkan Ditangkap Polisi

Seorang facebookers, Kang Edwin menceritakan kejadian yang sebenarnya, Rabu (10/5) pagi

Assalamu’alaykum…

“…TIDAK ADA YANG GAGAH DIMASJID, KOMANDAN…”

Suasana setiap aksi bela Islam yang memanas bukan karena ummat…
Tetapi selalu karena ada provokator dari kubu kotak atau aparat…

Sidang putusan penista agama 9 Mei 2017 pun demikian..
Ketika ummat tertib mendengarkan hakim melalui radio…

Tiba-tiba kondisi memanas…provokator ditangkap dan diamankan ke masjid Nurul Falah Ragunan…
Akupun bergegas dan berpapasan dengan para polisi dengan jarak hanya 10 cm…mereka dengan senjata siap ditangan didepan masjid…
Aku sudah terbiasa dengan senjata karena keluarga dari polri dan TNI..

Kondisi didepan masjid makin memanas…
Ternyata provokator yang ditangkap adalah seorang polisi…
Hingga ummat tidak mau menyerahkan..
Akhirnya meminta tukar tawanan dengan seorang ustadz yang baru ditahan tanpa alasan jelas…

Ketika hanya komandannya yang diizinkan masuk…
Seorang akbp (dulu namanya letkol)…
Bersikap bersahabat dan menyalami tapi sebagian ummat sudah tidak mau dengan mulut manis aparat…

Sampai akhirnya kusampaikan dengan tegas…
” Kalau bapak mengaku betsaudara dan bela islam juga, lepas rompi anti peluru di masjid…ulama dan ummat tidak akan menyakiti…!”

Ketika negosiasi barter tawanan di ruangan khusus…
Dan ummat semakin emosi dengan tindakan aparat yang tertangkap karena memprovokasi keadaan yang awalnya aman…
Semua tegang didalam ruang…
Sebagian bertanya tentang adakah pintu samping masjid untuk evakuasi…?
Ketika kujawab “tidak ada..”, suasana makin tegang dan hening…komandan dan tawanan nampak diam dan berkeringat…

Hingga harus tegas kusampaikan kepada intel tawanan…
” Abang juga sih cari masalah ke daerah aman, ulama sudah menjamin aman dan jangan masuk area ulama.
Kalau sudah begini abang sanggup lawan ratusan ummat..?..
Walaupun bawa senjata…tidak akan bisa menang…!!!
Komandan juga…apa berani lawan ratusan orang..??!!
Bahkan bila rakyat marah karena sudah ditindas…para ustadz disinipun tidak sanggup menahannya lagi…

Para ustadz didalampun diam…..suasana makin panas diluar dengan kemarahan ummat…

Ketika intel tawanan menjawabku “tapi saya tidak tembakan senjata ..pak..”

Aku sedikit membentak “…ummat sudah marah, abang sanggup lawan sebanyak itu ???, ketahuan membawa senjata ke area aman saja ummat sudah akan marah…!!!”

Dan ketika sang komandan berbicara agama dan mengambil secuil ayat Al Qur’an…
Sekali lagi kujawab tegas…” Sudahlah pak…ummat sudah tahu mana yang sampaikan ayat dengan tulus atau pura-pura..”
Komandan pun diam malu….

Pak polisi yang baik…
Aku tegas kepada kalian karena sayang…
Aku terlahir dan besar di asrama polisi..
Tapi saat agama dinista…aku lebih memilih bela ALLAAH bukan silsilah…

Kalau saja para ustadz dan laskar tidak menjaga bapak…
Rakyat sudah pasti akan bersikap lebih keras kepada tawanan…
Baru kali ini aku melihat seorang intel menangis…
Ulama sudah menjamin ummat agar tenang, maka jangan masuki area yang sudah diamankan oleh para ulama…
Marilah kita saling menghargai tugas masing-masing…

Bapak polisi yang baik…
Maafkan bila nada bicaraku terkesan membentak…

Bayangkan bila sampai terjadi bentrok…??
Kami tim medis pun harus bekerja keras menolong kedua pihak yang terluka..
Kondisi amanpun kami cukup sibuk dengan banyaknya orang datang berobat..

Pak polisi yang baik…
Jangan lupa…
Berterimakasih kepada sahabatku, KH Shobri Lubis. LC yang menjamin ummat tidak anarkis saat membebaskan anggota bapak..
KH Shobri Lubis adalah ulama rendah hati dari FPI yang diusir oleh aparat di KalBar..
Beliau ulama…dan ciri seorang ulama tidak pendendam dengan musuh…

Semoga bermanfaat bagi anak bangsa…

Wassalamu’alaykum…
Kang Dwin
TAWHIID’er
(*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita