Kamis, 22 April 2021

BKPM: Maraknya Demo Tak Pengaruhi Minat Investasi

BKPM: Maraknya Demo Tak Pengaruhi Minat Investasi

Jakarta, Swamedium.com – Rangkaian peristiwa politik yang berimbas pada maraknya demo atau aksi massa tidak memengaruhi minat investor untuk berinvestasi di Indonesia. Investor lebih melihat perpektif Indonesia dalam jangka panjang daripada situasi saat ini.

Banner Iklan Swamedium

Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis mengatakan investor itu menanamkan modal bukan hanya untuk sekarang, tetapi melihat proyeksi Indonesia ke depan, yaitu dua tahun atau 10 tahun ke depan.

Selain itu, demo atau aksi massa yang terjadi di Indonesia merupakah hal biasa yang menjadi ciri khas masyarakat di negara demokrasi. Selain itu, kata Azhar Lubis, aksi massa sebesar apapun di sini juga berlangsung aman dan tertib.

Azhar Lubis berterus terang bahwa investor yang datang, termasuk investor dari Italia yang baru saja datang ke BKPM tidak ada yang menanyakan soal Pilkada atau demo.

“Terus terang tidak ada yang tanya. Ada tentunya pro dan kontra. Ini tidak hanya khas kita, coba lihat pemilu presiden di AS, keras juga. Kita tidak sangka AS kaya gitu, tetapi selesai itu sudah. Itu pun biasa-biasa saja. Toh ini akan berulang ada Pilkada serentak lagi pada Juli 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019,” tuturnya kepada Viva.co.id, Selasa (9/5).

Karena itu, aksi massa tidak menjadi perhatian dari investor. Sebab, dia melanjutkan Investor melihat Indonesia bukan hanya sekarang, tetapi proyeksi jangka panjang.

“Dia bangun pabrik sekarang, produksi mereka 2-3 tahun mendatang. Dia melihat proyeknya 10-20 tahun lagi, makanya perlu proyeksi-proyeksi dan pemerintah buat proyeksi lima tahun ke depan,” paparnya.

Diakuinya kekhawatiran bakal rusuh itu ada. Tetapi, faktanya demo berjalan dengan aman dan tertib. Selain itu, demo juga hanya fokus di Jakarta.

“Demo yang ada di Indonesia pun tidak seperti di Eropa. Misalnya Jerman, di mana kalau ada demo besar karyawan, aktifitas ekonomi seperti kereta api, bandara dan pertokoan lumpuh total. Sedangkan, demo kemarin bisa dilihat tidak adakan? Jadi yang saya maksudkan demo kita ini tidak menjadi satu masalah dan khas dari kita,” jelas dia. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita