Selasa, 20 April 2021

Empat Strategi Jitu Agar Karyawan dan Bos Bersatu

Empat Strategi Jitu Agar Karyawan dan Bos Bersatu

Jakarta, Swamedium.com – Salah satu kendala utama dalam mengelola bisnis atau berwirausaha, terutama bagi pemula adalah tidak mudah membuat karyawan nyaman bekerjasama dengan pimpinan, bos atau majikan.

Banner Iklan Swamedium

Padahal, bila kerjasama antara karyawan dan pimpinan berjalan harmonis, dampaknya tentu bakal positif bagi kemajuan perusahaan. Karena itu, menciptakan kenyamanan bekerja itu penting untuk mendukung kesuksesan usaha.

Lingkungan kerja yang disukai oleh rata-rata orang Indonesia adalah yang menghadirkan suasana kekeluargaan. Suasana kerja atau bisnis layaknya sebuah keluarga itu membuat karyawan senang bekerja dan punya rasa memiliki (sense of belonging) yang besar terhadap perusahaan.

Pimpinan yang berhasil menciptakan tim kerja yang solid layaknya sebuah keluarga, akan membuat karyawan dengan senang hati bekerja demi kemajuan perusahaan. Untuk mencapai itu, tahap pertama adalah pimpinan harus dipercaya oleh karyawan.

Agar mendapatkan kepercayaan itu, manajemen perusahaan harus mengembangkan budaya transparansi, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan kejujuran. Selain itu, komunikasi harus lancar atau tidak ada kesenjangan antara pemimpin dan karyawan.

Kalau pemimpin dan karyawan satu visi atau kompak, tentu produktivitas kerja akan optimal. Berikut ini ada empat strategi untuk menjaga karyawan dan pemimpin bersatu yang dibagikan oleh Laruno.com:

1. Taruh kepercayaan diatas segalanya

Jangan lupa bahwa bagian besar dari kepercayaan organisasi adalah komunikasi dan kejujuran. Tanpa kedua hal tersebut, karyawan merasa tidak mungkin untuk tahu dimana mereka berdiri. Dan menciptakan pembagian antara mereka yang tahu dan mereka yang tidak. Sukses dimulai dengan kepercayaan.

2. Akui kesalahan Anda

Salah satu hal yang paling sulit dilakukan sebagai seorang pemimpin adalah mengakui kesalahan. Seringkali mungkin Anda merasa bahwa kesalahan apapun akan dipandang sebagai kelemahan atau ketidakmampuan. Tapi untuk menjadi pemimpin yang terpercaya, yang bertanggung jawab pada kegagalan adalah sebuah keharusan.

3. Memberdayakan karyawan untuk memberi dan menerima umpan balik

Umpan balik merupakan hal penting demi membuat perusahaan berkembang. Dengan saling memberi feedback maka perusahaan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara terus menerus agar perusahaan dapat berkembang lebih baik lagi.

4. Delegasikan

Sebagai seorang pemimpin, Anda mungkin merasa sulit untuk melepaskan kontrol dari aspek perusahaan Anda. Tapi untuk menjadi pemimpin yang terpercaya, mampu mendelgasikan adalah suatu keharusan. Jika tidak, karyawan mungkin merasa bahwa para pemimpin meragukan kemampuan mereka.

Untuk dapat mendelegasikan lebih mudah, luangkan waktu dan berpikir apakah ada orang lain yang berhasil dapat melakukan tugas ini ? Jika jawabannya ada, delegasikan ke orang tersebut dan fokus pada strategi gambaran besarnya.(maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita