Kamis, 15 April 2021

GNPF MUI: Kami Terima Putusan Hakim, yang Tak Terima Jangan Anarkis

GNPF MUI: Kami Terima Putusan Hakim, yang Tak Terima Jangan Anarkis

Foto: Konferensi Pers GNPF MUI menyikapi putusan Majelis Hakim PN Jakut untuk kasus penistaan agama oleh Ahok. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menyikapi vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Banner Iklan Swamedium

Terkait vonis 2 tahun penjara terhadap terdakwa Ahok dan yang bersangkutan langsung dijebloskan ke Rutan Cipinang, Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir menanggapi hal tersebut.

“Alhamdulillah, kami menerima apapun yang menjadi putusan majelis hakim, jika ada pihak yang tidak menerima hasilnya dan ingin melakukan langkah banding, silahkan saja, namun harus dengan prosedur dan cara cara yang baik, jangan menggunakan cara yang anarkis,” kata KH Bachtiar Nasir saat jumpa pers di Al Quran Learning (AQL) Center, Tebet, Jakarta, Rabu (10/5).

Pihaknya juga mengajak semua elemen umat Islam untuk menerima apapun yang sudah di putuskan majelis hakim.

“Saya sebagai ketua GNPF MUI mengajak semua elemen umat untuk menerima putusan hakim, karena kita anak bangsa, dan kita harus bersandar kepada Allah, meski tidak sesuai dengan yurisprudensi,” tuturnya.

Menurutnya, pasca pembacaan vonis pengadilan, ia turut mengapresiasi putusan ketua majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan, juga kepolisian dan tokoh tokoh ormas Islam serta ulama yang menjadi pintu masuk umat islam dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Setelah rangkaian kejadian ini, mudah mudahan para tokoh tokoh, baik yang tergabung di GNPF maupun yang dari luar bisa duduk bersama kembali menjalin kebersamaan, agar menjadi pemersatu bangsa, karena sesama anak bangsa kita ini bersaudara satu kebhinnekaan” ujarnya.

Ia juga menambahkan terkait maraknya tudingan yang selalu saja menimpa umat Islam bahwa tudingan tersebut adalah salah alamat.

“Sejak aksi aksi lalu bahwa umat Islam murni mendukung penuh kedaulatan negara Indonesia dan terbukti dengan tidak adanya kengerian yang menimpa Negara ini, umat cinta NKRI kan, kita tidak mau Indonesia ini seperti di Timur Tengah, yang malah perang saudara,” pungkasnya. (Jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita