Kamis, 22 April 2021

Keberpihakan Polisi dalam Kasus Ahok, Sejarah Kelam Penegakan Hukum

Keberpihakan Polisi dalam Kasus Ahok, Sejarah Kelam Penegakan Hukum

Foto: Massa pendukung Ahok berdemonstrasi di rutan Cipinang, Selasa (9/5). (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Diputusnya vonis Ahok yaitu Hukuman Kurungan 2 Tahun Penjara, terkait kasus penistaan agama Islam oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menuai berbagai respon dari masyarakat.

Banner Iklan Swamedium

Yang menjadi perhatian tidak hanya soal puas atau tidak puas terhadap vonis dari majelis hakim, tetapi juga “ulah” massa pro Ahok yang melakukan unjuk rasa mulai dari pelaksanaan sidang hingga demonstrasi di rutan Cipinang tempat digiringnya Ahok pasca vonis hakim.

Sebagian masyarakat merasa cukup puas dan berterimakasih atas pemenuhan rasa keadilan masyarakat yang dihadirkan oleh majelis hakim. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Dr. Ir. H. Sodik Mujahid, M.Sc.

“Kasus Ahok dengan polemik yang komplit ini akan menjadi catatan “sejarah khusus” dalam memori masyarakat, bahwa pernah terjadi penistaan Agama oleh pejabat publik dimana proses pengawalan kasusnya oleh umat Islam sangat luar biasa. Juga sikap dari aparat penegak hukum yang sangat kentara keberpihakannya pada penista agama selama proses peradilan,” ujarnya saat dihubungi Swamedium.com, Rabu (10/5).

Sodik juga menyoroti perlakuan tidak berimbang apara kepolisian terhadap massa kontra Ahok yang notabenenya adalah umat Islam dengan massa pro ahok sangat gamblang terlihat.

“Mereka sama sama berdemo, tapi yang umat islam di tembak dengan gas air mata oleh aparat kepolisian karena tidak kunjung membubarkan diri saat jam 6 sore, sedangkan kelompok pro Ahok berdemonstrasi hingga larut malam bahkan anarkis dibiarkan dengan berbagai alasan pembenaran. Masyarakat akan mencatat dan mengingat ini,” tuturnya.

Sodik mendesak agar pihak kepolisian dapat bersikap proporsional dan profesional dalam menangani kasus Ahok, agar tidak mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Polisi sudah diingatkan berkali kali tetapi tetap saja mengambil langkah langkah yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Masyarakat akan mencatat hal tersebut sebagai sejarah kelam penegakan hukum di Indonesia,” pungkasnya. (Avid)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita