Rabu, 14 April 2021

Radikalisme Pemerintah

Radikalisme Pemerintah

Foto: Moh Naufal Dunggio (FB Moh Naufal)

Oleh: Moh. Naufal Dunggio*

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sehari sebelum vonis Ahok adalah sesuatu yg sudah direncanakan. Ini bukan kebetulan. Boleh jadi BERHARAP bila HTI dibubarkan maka umat Islam akan BERAKSI KERAS dengan BERINGAS. Maka stigma yang selama ini yang jadi jualan mereka akibat kekalahan Ahok bahwa Umat Islam INTOLERAN, ANTI BHINEKA TUNGGAL IKA, RADIKAL dan ANTI NKRI bakal menjadi benar adanya. Boleh jadi dengan pembenaran itu mereka bisa membatalkan kemenangan ANIS SANDI dengan dalih menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Itu semua bisa terjadi karena kekuasaan ada ditangan mereka. Mereka tidak perduli walau harus menabrak hukum karena itu sudah menjadi biasa di era mereka saat ini.

Pembubaran HTI tidak akan melepaskan perhatian umat Islam dari kasus si PENISTA AL-QURAN. Juga tidak akan membuat Umat Islam ngamuk dan marah sampai harus bakar-bakaran. Jangankan hanya HTI yang dibubarin, FPI atau Muhammadiyah dan ORMAS-ORMAS ISLAM lainpun mau dibubarin SILAHKAN aja. Mumpung KEKUASAAN masih ditangan kalian. Kita hanya akan melawan kalian dengan DO’A, DZIKIR dan WIRID. Karena sudah terbukti si Ahok dengan kekuatan penuh yang dimilikinya yakni POWER of STATE, POWER of MONEY dan POWER of POLITIC tumbang dengan telak melalui kekuatan do’a, dzikir dan wirid umat Islam.

Pembubaran ini udah pasti akan di tempuh melalui jalur hukum yang berlaku di negeri ini. Itupun bila supremasi hukum masih kita semua junjung tinggi. Tapi bila tidak maka bisa jadi HTI akan berganti nama dengan yang lain. Apa arti sebuah nama?

Dengan dibubarkan HTI maka dengan jelas bahwa pemerintah anti terhadap umat Islam. Kalau benci kepada umat Islam maka hendaknya harus malu dong bila duit umat Islam melalui rekening haji dipakai untuk mendanai program-program pemerintah …? Umatnya dimusuhin tapi duitnya diambil. Piye to?

Banyak ORMAS yang berbau PKI dibiarkan bebas menyebar virus-virusnya tidak diapa-apain oleh pemerintah. Malah terkesan dilindungi walau nyata-nyata mereka telah menampakkan identitas PKI mereka. Tapi ah sudahlah, kekuasaan ada ditangan mereka. RADIKALISME PEMERINTAH terhadap rakyatnya (baca umat Islam) untuk saat ini gak bisa kebendung karena bedil atau senjata ada ditangan mereka. Dan kita umat Islam untuk saat ini hanya bisa PASRAH dan SABAR karena gak ada orang mati dengan sabar tapi mati dengan darah tinggi banyak.

Namun pertanyaannya adalah sampai kapan pemerintah KUAT BERTAHAN MENDZALIMI umat Islam di negeri yang di MERDEKAKAN dengan darah para SYUHADA. Kalau meminjam kalimat Panglima TNI, negeri ini di merdekakan oleh darah para KYAI dan SANTRI-SANTRINYA yang berjiwa PATRIOT dan KESATRIA.

Bila berkaca dengan konflik yang terjadi di timur tengah yang memulai menabuh genderang perang bukan dari rakyat tapi selalu dari penguasa yang berkuasa saat itu. Akankah PENGUASA di negeri ini akan menjadikan NKRI seperti di Timur Tengah? Wallahu’alam.

*Penulis adalah Tokoh muda Muhammadiyah

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita