Sabtu, 24 April 2021

YLKI: Pelayanan Transportasi Online Harus Ada Standarnya

YLKI: Pelayanan Transportasi Online Harus Ada Standarnya

Jakarta, Swamedium.com –Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan sebanyak 41 persen pengguna jasa transportasi berbasis daring (online) tidak puas dengan pelayanannya. Untuk itu, pemerintah diimbau agar membuat standardisasi pelayanan transportasi berbasis online agar memberi jaminan kepastian pelayanan kepada konsumen.

Banner Iklan Swamedium

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan saat ini masih banyak konsumen yang mengeluhkan layanan transportasi online. Meskipun konsumen menyambut baik keberadaan transportasi berbasis aplikasi, ungkap dia,, tetapi 41 persen konsumennya merasakan kekecewaan pelayanan transportasi online.

Kekecewaan konsumen tersebut di antaranya, adanya pengemudi yang meminta konsumen membatalkan order, konsumen sulit mendapatkan pengemudi, pengemudi membatalkan secara sepihak, serta aplikasi error, dan lainnya. Solusi permasalahan tersebut, kata Tulus, transportasi online memerlukan standar pelayanan minimal.

“Pemerintah harus membuat standar pelayanan transportasi online,” kata Tulus di kantornya sebagaimana dikutip republika.co.id, di Jakarta, Rabu (10/5).

Selain kepada pemerintah, YLKI juga meminta operator transportasi online pun turut membuat aturan standar pelayanan minimal.

“Mulai dari usia kendaraan, kondisi kabin, pengemudinya apakah berseragam dan lain-lain. Sehingga sering kita temukan sopir aplikasi ini pakai celana pendek, ada bantal (di dalam mobilnya). Mestinya uber dll harus mengatur sampai sana meskipun pemerintah belum mengaturnya,” kata Tulus.

YLKI berharap, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih akomodatif baik dari segi hak konsumen maupun operatornya. Ia menilai, keberadaan transportasi berbasis aplikasi ini memang tak bisa dilarang dan dihindari. Karena itu, pemerintah pusat maupun daerah perlu mengakomodasi dan menyelaraskan antara transportasi online dengan konvensional.

Tulus juga berharap, keberadaan transportasi online ini dapat menjadi tantangan bagi transportasi konvensional untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada konsumennya.

“Harusnya mereka tertantang untuk meningkatkan pelayanan karena tidak mungkin mereka terus defensif. Prinsip transportasi itu kemudahan. Baik sisi tarif dan waktu tempuh,” ujarnya.

Terkait tarif, YLKI juga menyarankan pemerintah untuk melakukan kajian tarif transportasi online apakah berdasarkan efisiensi atau banting harga. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh YLKI, Gojek menjadi provider transportasi online yang mayoritas dipilih oleh konsumen. Kemudian diikuti oleh provider transportasi online Grab dan Uber. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita