Kamis, 22 April 2021

Keutamaan Akhlak Mulia

Keutamaan Akhlak Mulia

Bandung, Swamedium.com — Allah SWT berfirman; “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah saw itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan kedatanga hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab [33] : 21).

Banner Iklan Swamedium

Rasulullah saw adalah rujukan utama tentang akhlak mulia bagi seluruh umat manusia. Bahkan hingga hari ini, kemuliaan akhlak Rasulullah saw diketahui dan diakui oleh semua orang hingga mereka yang beragama selain Islam sekalipun.

Karena sesungguhnya secara naluriah, siapapun akan mencintai akhlak yang mulia. Seorang guru misalnya, ia akan mencintai muridnya yang berakhlak mulia meskipun prestasinya dalam pelajaran biasa-biasa saja. Namun sebaliknya, seorang guru cenderung tidak akan menyukai muridnya yang memiliki prestasi menjulang dalam pelajaran, akan tetapi ia memiliki akhlak yang buruk.

Demikianlah keutamaan akhlak mulia. Apalah artinya gelar berderet-deret jika akhlaknya buruk. Apalah gunanya jabatan mentereng, jika akhlaknya buruk. Tiada artinya limpahan harta kekayaan yang dimiliki jikalau diperoleh dengan cara yang tidak jujur, mencuri, memanipulasi dan sejenisnya. Tiada artinya pula jabatan yang tinggi jika dijalani tanpa rasa amanah dan tanpa tanggungjawab.

Segala kekayaan duniawi yang berlimpah tidak akan berbuah menjadi kebaikan jikalau tidak diiringi dengan kemuliaan akhlak. Namun, kefakiran jika diiringi dengan kemuliaan akhlak, maka itulah kekayaan yang sejati.

Ada seorang fakir yang tetap menjaga izzahnya, kehormatannya, dengan cara tetap bekerja meski penghasilannya kecil, atau tetap berdagang meski keuntungannya tak seberapa. Namun, ia menjauhkan dirinya dari meminta-minta apalagi mencuri. Dalam pandangan orang lain mungkin ia Nampak miskin dan menderita, padahal ia adalah orang yang merdeka, hatinya lapang, tanpa beban dan berbahagia karena akhlaknya yang terpelihara.

Sedangkan di tempat lain, ada orang yang sibuk mengakal-akali anggaran, menilep uang yang bukan haknya, demi memperkaya diri sendiri. Sungguh malang orang yang demikian. Ia buta hati, mengejar hal yang dianggapnya sumber kebahagiaan padahal sumber petaka. Dalam pandangan orang lain mungkin ia terlihat sejahtera dan bahagia, padahal di balik itu ia menyimpan kegelisahan yang besar karena takut perbuatannya terungkap, takut terjerat masalah hukum, dan seterusnya terbelit dalam kebohongan. Betapa malang orang yang demikian. Hidup di dunia terasa sempit, di akhirat pun tak akan jauh berbeda.

Inilah salah satu dari keutamaan orang yang memelihara keutamaan akhlak. Akhlak mulia adalah buah dari tauhid yang lurus dan ibadah yang terpelihara. Semua ini merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Semakin kokoh iman seseorang kepada Allah SWT, semakin benar dan baik ibadahnya mengikuti sunnah Rasulullah saw, maka akan semakin mulia akhlaknya.

Sebagaimana hadits Rasulullah saw, bahwa beliau diutus oleh Allah SWT ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia,” (HR. Bukhari).

Allah SWT mencintai hamba-Nya yang memiliki akhlak mulia. Barangsiapa yang beriman dan berakhlak mulia, maka niscaya Allah akan membalasnya dengan ganjaran yang begitu besar.

Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat timbangannya dari akhlak mulia ketika diletakkan di atas mizan (timbangan amal) dan sungguh pemilik akhlak mulia akan mencapai derajat orang yang mengerjakan shaum dan shalat,” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).

Maka dari itu, beruntunglah orang-orang yang bertekad menjadikan dirinya sebagai pemilik akhlak mulia. Ia bersikap ramah, lemah-lembut, penyayang, peduli, empati, amanah, jujur, bertangggungjawab, semata-mata hanyalah mengharap ridha Allah SWT. Bukan penilaian makhluk yang ia harapkan dan ia cari. Apalah artinya penghargaan dari makhluk dibandingkan penghargaan dari Allah Yang Maha Memiliki segalanya.

Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah yang demikian. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin. (Cristi Az-Zahra/jurnalis warga)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita