Rabu, 21 April 2021

Akibat Orasinya, Mendagri Akan Polisikan Veronica

Akibat Orasinya, Mendagri Akan Polisikan Veronica

Foto: Pemerintah mengancam menarik diri dari pembahasan RUU Pemilu jika tidak ada titik temu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berang atas orasi seorang warga negara, Veronica Koman yang menuding bahwa vonis Ahok adalah kesalahan pemerintahan Joko Widodo.

Banner Iklan Swamedium

Dalam sebuah grup whatsapp, Tjahjo Kumolo mengirim video yang sudah dipotong berdurasi sekira 30 detik yang isinya mengulang-ulang pernyataan Veronica bahwa “rezim Jokowi adalah rezim yang lebih parah dari rezim SBY.”

Dalam orasi itu, Veronica juga berkata, “Saya berdiri hari ini membela Ahok, karena ini adalah keadilan yang diinjak-injak.”

“Pendukung Ahok memaki-maki Pak Jokowi karena Ahok kalah Pilkada dan ditahan? Orangnya akan saya kejar, akan saya lawan relawan itu. Mulutmu harimaumu,” kata Tjahjo dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis (11/5) seperti dilansir tirto.id.

Mendagri tidak mengerti mengapa nama Jokowi selalu dikaitkan dengan Ahok.

“Salah Pak Jokowi apa? Kok selalu dikait-kaitkan masalah Ahok,” tanya Tjahjo.

“Silakan dengar orasinya? Bagaimana pendapat Anda kalau Anda dituduh begitu?” sergah Tjahjo.

Tak hanya itu, Tjahjo dikabarkan juga telah mengonfirmasi bahwa dia yang menyebarkan identitas e-KTP Veronica Koman.

“Dirjen politik Kemendagri dalam waktu cepat telah mampu melacak dan telah mendata dan menelisik siapa yang bersangkutan termasuk keluarga dan aktivitasnya,” ungkapnya.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini tak melarang pendukung Ahok yang ingin menyampaikan aspirasi. Namun dirinya mengingatkan agar tidak mengaitkan kasus Ahok dengan Jokowi.

“Membela Pak Ahok silakan. Itu hak asasi manusia. Janganlah dikaitkan dengan orang lain yang belum tentu benar. Sudah fitnah dan mengandung kebencian,” tegasnya.

Untuk itu, Tjahjo mengatakan akan meminta Veronica untuk meminta maaf secara terbuka kepada Jokowi.

Ia mengatakan akan segera mengirim surat kepada Veronica dan memberi waktu selama sepekan untuk mengklarifikasi pernyataannya.

“Kalau dalam satu minggu tidak klarifikasi dan meminta maaf terbuka di media nasional, saya sebagai pembantu presiden, warga negara RI dan Mendagri akan melaporkan ke polisi,” tegasnya.

Tjahjo mengaku hal tersebut dia lakukan sebagai pendidikan politik agar tidak ada seorang pun yang dengan mudah memaki dan memfitnah presiden.

“Pendidikan politik buat siapa pun tidak boleh memaki-maki dan memfitnah Presiden RI dan siapa pun tanpa bukti yang jelas,” ujarnya.

Tjahjo juga menyebut akan mendalami yang dilakukan Veronica terutama kaitannya dengan ujaran kebencian dan aturan tentang penghinaan terhadap kepala negara.

“Kita juga berpegang dan dalami termasuk surat edaran Kapolri tentang ujaran kebencian dan UU lain terkait penghinaan terhadap kepala negara atau lambang negara, dan lain-lain,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita