Minggu, 11 April 2021

Aliran Modal Masuk Naik 41%, Investor Tak Terpengaruh Demo Ahok

Aliran Modal Masuk Naik 41%, Investor Tak Terpengaruh Demo Ahok

Jakarta, Swamedium.com – Kalau ada yang mengatakan maraknya aksi demo, Pilkada DKI dan dipenjaranya Ahok berdampak pada minat asing untuk investasi, itu hanya kabar bohong (hoax). Terbukti, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal masuk (capital inflow) ke Indonesia sejak awal tahun hingga minggu pertama Mei 2017 mencapai Rp106 triliun. Realisasi tersebut melonjak 41,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp75 triliun.

Banner Iklan Swamedium

Aliran modal yang masuk itu merupakan sinyal positif adanya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, situasi politik juga dinilai kondusif untuk berinvestasi.

Gubernur BI Agus DW MArtowardojo mengungkapkan aliran modal tersebut masuk ke pasar surat berharga negara maupun pasar modal.

“Jadi itu menunjukkan bahwa, secara fundamental, ekonomi Indonesia dianggap baik dan minat ke Indonesia untuk foreign direct investment maupun portfolio investment terus mengalir,” tutur Agus seperti dikutip CnnIndonesia, Jumat (12/5).

Hal senada sebelumnya juga dikatakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Aksi demo 211, 212, 505, Pilkada DKI, isu tenaga kerja China hingga dipenjarakannya Ahok tidak menjadi perhatian investor. Selain demo-demo berlangsung damai, investor juga melihat perspektif investasi itu untuk jangka panjang.

Menurut Agus, dengan kondisi naiknya aliran modal masuk tersebut, neraca pembayaran (Balance of Payment/BoP) sepanjang tahun ini akan melanjutkan tren positif seperti tahun lalu yang mencatatkan surplus sebesar US$12 miliar.

“Kuartal pertama 2017, saya lupa angkanya (BoP), tetapi menujukkan angka positif walaupun tidak setinggi tahun 2016,” ujarnya.

Agus menjelaskan, secara siklus, kondisi neraca pembayaran pada kuartal kedua biasanya akan menghadapi tekanan. Namun, dia memperkirakan neraca pembayaran pada kuartal kedua masih akan mencatatkan surplus.

Disisi lain, menurut dia, Indonesia perlu mewaspadai kondisi eksternal yang dipicu oleh arah kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat (AS). Salah satunya, yakni rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS. Pasalnya, keputusan AS akan mempengaruhi stabilitas keuangan dunia, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Agus menyambut baik meredanya tensi geopolitik di Uni Eropa yang dibuktikan oleh pemilihan umum (pemilu) untuk memilih Presiden Perancis yang berjalan lancar.

“Kami melihat bahwa pemilu di Perancis yang berjalan dengan baik itu akan berdampak positif,” ujarnya. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita