Jumat, 23 April 2021

Jelang Lebaran, Kemenkeu Naikkan Santunan Kecelakaan

Jelang Lebaran, Kemenkeu Naikkan Santunan Kecelakaan

Foto: Kenaikan santunan kecelakaan ditetapkan Kementerian Keuangan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kementerian Keuangan telah menerbitkan aturan kenaikan santunan kecelakaan dari PT Jasa Raharja hingga 100 persen dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 tahun 2017 tentang Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara.

Banner Iklan Swamedium

Selain itu, Kemenkeu juga menerbitkan PMK nomor 316 tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah angka kecelakaan mulai turun. Dengan kenaikan santunan ini, ia berharap bukan malah menjadikan tingkat kecelakaan semakin bertambah.

“Tentu kita mengharapkan dari kenaikan santunan ini tidak menimbulkan moral hazard. Karena jaminan yang paling penting dan yang paling baik adalah jaminan keselamatan kita sendiri,” kata Sri di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/5).

Sri Mulyani juga menegaskan, bahwa pemerintah akan menerapkan ketentuan ini pada 1 Juni 2017. Hal ini sempat tertunda beberapa bulan karena terkait kesiapan dari kondisi keuangan dan manajemen Jasa Raharja.

Meski demikian, Sri memberikan apresiasi kepada Jasa Raharja yang telah berupaya memperbaiki manajemen dan keuangan perusahaan. “1 Juni 2017 itu hampir sebulan sebelum Idul Fitri, itu merupakan puncak dari perjalanan kemana-mana. Hal-hal yang tidak dikehendaki yakni kecelakaan bisa saja terjadi, tapi pada saat yang sama Jasa Raharja sudah bisa menyiapkan dirinya,” katanya.

Santunan untuk masyarakat yang kecelakaan hingga meninggal (ahli waris) naik dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta, santunan cacat tetap naik dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta, biaya perawatan luka-luka maksimal naik dari Rp10 juta menjadi Rp20 juta.

Selain itu, sebelumnya tidak ada biaya P3K kini, namun kini pembiayaan PK3 dialokasikan sebesar Rp1 juta, penggantian biaya ambulans dari tidak ada menjadi Rp500 ribu, serta biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) naik dari Rp2 juta menjadi Rp4 juta.

Adapun pada angkutan udara tidak banyak yang berubah karena dari santunan meninggal dunia, cacat tetap, biaya perawatan luka-luka, dan penguburan jumlahnya sebelum perubahan PMK sudah sama dengan angkutan umum di darat, sungai/danau, feri/penyeberangan, dan laut. (Ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita