Rabu, 14 April 2021

KPPU: Aqua Diduga Terlibat Praktek Monopoli

KPPU: Aqua Diduga Terlibat Praktek Monopoli

Foto: KPPU menduga pProdusen Aqua melakukan praktik monopoli. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) akhirnya menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran dalam strategi pemasaran Air Minum dalam Kemasan (AMDK) yang menyeret produsen Aqua, PT Tirta Investama. Selain PT Tirta Investama, KPPU turut menyeret PT Balina Agung Perkasa selaku distributor merek serupa.

Banner Iklan Swamedium

Kedua perusahaan tersebut diduga telah melanggar pasal berlapis dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999, mengenai strategi pemasaran AMDK. Laporan tersebut, berasal dari para pedagang ritel maupun eceran, yang mengaku dihalangi untuk menjual produk merek lainnya, Le Minerale, yang diproduksi PT Tirta Fresno Jaya.

Kedua perusahaan tersebut telah melanggar pasal 15 ayat (3) huruf b, tentang pelarangan bagi pelaku usaha untuk membuat perjanjian mengenai harga dan potongan tertentu dengan memuat persyaratan bahwa pelaku usaha yang menerima barang dan atau jasa dari pelaku usaha pemasok, tidak akan membeli barang dan atau jasa yang sama atau sejenis.

Selain itu, kedua perusahaan pun melanggar pasal 19 huruf a dan b yang melarang pelaku usaha untuk melakukan suatu kegiatan, baik sendiri maupun pelaku usaha lain yang mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat berupa menolak dan atau menghalangi usaha tertentu untuk melakukan kegiatan usaha yang sama.

“Kami sudah mendapatkan bukti-bukti, agar pedagang harus menandatangani sebuah kertas agar tidak menjual produk Le Minerale,” jelas Investigator KPPU, Helmi Nurjamil, di gedung KPPU, Jakarta, Selasa (9/5) lalu.

Helmi menjelaskan, klausul perjanjian tersebut menyebutkan bahwa, apabila para pedagang menjual produk Le Minerale, maka statusnya akan diturunkan dari star outlet (SO) menjadi whole seller (eceran). KPPU menegaskan, ketika hal itu terjadi, tentu akan berdampak buruk bagi keberlangsungan para pedagang.

“Dampaknya nanti akan ke harga jual beli. Dia bisa terdegradasi. Kami juga menemukan bukti-bukti email dari kedua belah pihak,” katanya seperti dilansir situsriau.com.

Sementara itu PT Tirta Investama, produsen Aqua, membantah melakukan persekongkolan untuk melarang pedagang ritel maupun eceran menjual produk air mineral dalam kemasan bermerek Le Minerale, yang diproduksi PT Tirta Fresno Jaya.

Kuasa hukum PT Tirta Investama, Rikrik Rizkiyana menegaskan, praktik bisnis yang selama ini dilakukan perusahaan selalu mengacu kepada ketentuan-ketentuan perundang-undangan perdagangan yang berlaku.

“Saya bisa pastikan, apa yang dilakukan sekarang masih dalam koridor. Kami akan lihat detailnya seperti apa,” jelas Rikrik, di gedung KPPU, dikutip dari situsriau.com.

Rikrik tak menampik, PT Tirta Investama memiliki hubungan dengan PT Balina Agung Perkasa selaku distributor merek Aqua. Namun, ia menegaskan, hubungan antara kedua belah pihak tak seperti apa yang dituding oleh KPPU, yakni bersekongkol untuk melarang menjual produk lain.

“Tapi perlu kami sampaikan, baru kali ini seolah-olah Aqua diadukan. Artinya, sampai sebesar ini industrinya, kami tidak pernah diduga seperti ini,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita