Jumat, 23 April 2021

Kronologi Lengkap Penolakan Kedatangan Fahri Hamzah di Manado Hingga Kepulangannya

Kronologi Lengkap Penolakan Kedatangan Fahri Hamzah di Manado Hingga Kepulangannya

Foto: Massa Ormas Adat dan LSM merangsek Bandara Samratulangi, Manado sambil mengacungkan senjata tajam (ist)

Manado, Swamedium.com — Sabtu (13/5) Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah beserta rombongan tiba di Bandara Samratulangi, Manado pada pukul 10.30 WITA.

Banner Iklan Swamedium

Dari rilis staf Ahli Wakil Ketua DPR Bambang Prayitno yang ikut dalam rombongan Fahri Hamzah menyampaikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

“Informasi soal kedatangan Wakil Ketua DPR RI tersebut rupanya sudah didengar oleh masyarakat Manado,” kata Bambang.

Foto: Fahri Hamzah saat berbincang dengan Wagub Sulut di Bandara Samratulangi. (Twitter @kawanFH)

Ia mengungkapkan, sebagian masyarakat di Sulut mengumumkan penolakan terbuka atas kedatangan Fahri Hamzah. Pasalnya, Fahri dianggap sebagai bagian dari kelompok intoleran yang menyebarkan kebencian kepada kelompok lain.

“Anggapan ini muncul setelah ada rangkaian Aksi Bela Islam dimana Fahri pernah berorasi di 411 dan juga ikut mengecam penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok,” ujar Bambang.

“Setelah vonis kepada Ahok dijatuhkan, muncul fenomena dimana-mana yang disebut sebagai aksi solidaritas,” imbuhnya.

Foto: Warga Manado dari LSM dan Ormas Adat menolak kedatangan Fahri Hamzah di Manado. (ist)

Di beberapa kota di Sulut, lanjut Bambang, sudah muncul aksi solidaritas serupa untuk Ahok. Juga aksi menolak kehadiran FPI karena dianggap intoleran. Kedatangan Fahri, kata Bambang dianggap oleh sebagian warga Manado bisa memprovokasi masyarakat untuk bertindak intoleran.

Jumat (12/5) malam, seluruh ormas kepemudaan di Sulut berkumpul di rumah pribadi Gubernur. Mereka mendapatkan penjelasan dari Gubernur tentang siapa Fahri Hamzah dan maksud kedatangannya.

Namun rupanya aksi tetap dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Isu yang beredar, Fahri Hamzah adalah Sekjen Front Pembela Islam (FPI) dan berbagai isu lain yang muncul. Termasuk isu bahwa Fahri Hamzah pro-koruptor karena mengetuk Hak Angket KPK. Kedua isu ini dihembuskan cukup massif. Semua spanduk aksi bernada sama.

Foto: Massa Ormas Adat dan LSM memasuki area runaway Bandara Samratulangi, Manado. (ist)

Selanjutnya, inilah kronologi lengkap yang disampaikan Bambang;

Sabtu (13/5) Pukul 11.00 WITA situasi diluar Bandara Samratulangi masih kondusif. Gubernur Olly Dondokambey masih orasi di tengah massa. Bahkan, Fahri minta, jika memungkinkan, untuk orasi juga. Namun Wakil Gubernur menyarankan untuk tidak muncul dulu.

Pukul 11.30 WITA Akhirnya diputuskan Wakil Gubernur Steven Kandouw menemani rombongan ke Kantor Gubernur. Masih di lokasi Bandara, Gubernur datang menemui Fahri Hamzah dan koordinasi masih berlanjut.

Pukul 11.45 WITA diputuskan Gubernur Olly Dodokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw ikut dalam rombongan penjemputan. Total ada 12 mobil mengiringi Waka DPR RI Fahri Hamzah menuju Kantor Gubernur. Kapolda juga ikut dalam rombongan.

Rombongan melewati jalan kampung di belakang bandara. Nampak dari Polda, Polisi Militer dan Brimob ikut mengawal. Rombongan DPR terbagi dua. Fahri Hamzah dan ajudan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur. Rombongan staf di mobil terpisah.

Pukul 11.58 WITA rombongan baru melewati Lembaga Pemasyarakatan Manado. PJJR yang berada didepan rombongan mencari jalan-jalan alternatif agar tidak berpapasan dengan massa pendemo.

Pukul 12.05 WITA Rombongan sudah memasuki Jalan Sudirman di tengah kota

Pukul 12.12 WITA Rombongan Fahri Hamzah sudah sampai di Kantor Gubernur. Nampak ratusan polisi dan anggota ormas berjaga-jaga

Pukul 12.13 WITA Gubernur dan Wagub bersama Fahri Hamzah di ruangan kerja Gubernur. Bicara santai. Suasana rileks. Kapolda konfirmasi terakhir kembali ke Airport.

Pukul 12.14 WITA Diskusi ringan berlanjut. Setelah makan siang. Gubernur bertanya tentang berbagai macam informasi di Jakarta dan kabar kawan-kawannya

Pukul 13.43 WITA acara Diskusi Publik KA KAMMI dengan Judul Kepemimpinan Muda Yang bersih dan Anti Korupsi dimulai.

Pukul 13.44 WITA Gubernur membuka acara dan berterimakasih kepada KA KAMMI yang menghadirkan Fahri Hamzah.

pukul 14.00 WITA Sepanjang diskusi, selama sejam, berbagai pertanyaan kritis dari masyarakat Sulut muncul. Terutama terkait sikap Fahri Hamzah atas potensi konflik sosial karena Ahok. Juga sikap Fahri tentang Pancasila dan mengapa ada Hak Angket KPK. Semua dijawab dengan lugas dan terang. Peserta puas dengan jawaban Fahri.

Foto: Jalannya Dialog Kebangsaan dengan narasumber Wakil Ketua DPR, Gubernur dan Wagub Sulut. (Twitter @kawanFH)

Pukul 15.05 WITA Diskusi selesai. Doorstop dan Foto bersama. Kemudian Fahri dan Gubernur serta Wakil Gubernur masuk ke ruangan Gubernur.

Pukul 15.06 WITA Acara praktis sudah selesai. Informasi diluar kantor Gubernur ada kumpulan massa merangsek ke dalam kantor

pukul 15.10 WITA Rombongan bersiap-siap meninggalkan Manado. Gubernur bicara pribadi dengan Fahri dan setuju menuju bandara lewat akses jalan lain

Pukul 15.10 WITA Informasi yang berkembang, beberapa kelompok massa yang menghindari bentrok memilih mundur. Diskusi serius

Pukul 15.28 WITA Menuju bandara. Dalam waktu lima menit semua rombongan diarahkan masuk ke dalam mobil yang tadinya membawa ke Bandara.

Pukul 15.43 WITA Rombongan sudah tiba dan shalat di Masjid Bandara. Hujan deras mengguyur Menado selama dari kantor Gubernur ke Bandara. Berkah.

Pukul 15.47 WITA Semua anggota rombongan Wakil Ketua DPR RI menuju pesawat. Sesuai jadwal, rombongan terbang pukul 15.56

Saat rombongan siap terbang kembali ke Jakarta, Bambang Prayitno sempat mengucapkan salut dan terimakasih untuk Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

“Kami mengapresiasi kepada Gubernur dan Wagub Sulut yang sudah menyambut kami sejak dari Bandara hingga kepulangan menuju Jakarta. Beliau pemimpin rakyat Sulut yang sebenarnya,” ucapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi masyarakat Sulut yang tidak terprovokasi isu yany disebarkan.

“Salut dan terima kasih untuk masyarakat Sulut yang tidak terpancing terprovokasi isu-isu sesat yang disebarkan lewat media sosial yang tujuannya memang untuk memecah belah. Terus jaga dan menangkan NKRI, jaga kebhinnekaan, jaga toleransi, kedepankan kebersamaan,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita