Rabu, 21 April 2021

Tak Mau APBD Habis Untuk Gaji, Pemerintah Perketat Rekrutmen PNS

Tak Mau APBD Habis Untuk Gaji, Pemerintah Perketat Rekrutmen PNS

Jakarta, Swamedium.com – Sungguh memprihatinkan bila penggunaan anggaran negara lebih banyak untuk membayar gaji PNS daripada untuk membiayai program pembangunan dan melayani masyarakat. Saat ini, ada 131 daerah baik di tingkat kabupaten atau kota yang 50 persen lebih penggunaan APBD-nya hanya untuk belanja pegawai.

Banner Iklan Swamedium

Tak mau hal itu terjadi lagi, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pemerintah akan memperketat rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagaimana instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo agar menempatkan pegawai sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya.

Hal ini dilatarbelakangi bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) cukup banyak dihabiskan untuk belanja pegawai, khususnya untuk gaji pegawai.

Bahkan, Menkeu mengungkapkan ada 131 daerah baik kabupaten atau kota yang APBD-nya, sebanyak 50 persen lebih hanya untuk belanja pegawai.

“Presiden minta, agar proses rekrutmen PNS dilakukan selektif sesuai kebutuhan dan fungsinya. Ini tugas kami semua (jajaran Menteri),” katanya kepada media, Jumat (12/5).

Dia mengatakan, pihaknya juga telah mendiskusikan hal ini dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur. Menurut Sri Mulyani, keseimbangan APBN perlu dijaga, lantaran kondisi perekonomian yang cenderung tak menentu.

“Karena fleksibilitas APBN, APBD harus dijaga. Karena kondisi ekonomi tidak selalu berjalan smooth (mulus). Kami harus antisipasi situasi,” tutur dia.

Selain pengetatan belanja pegawai, pemerintah juga akan menerapkan sistem penggajian berdasarkan prestasi kerjanya untuk mendorong peningkatan kinerja PNS. Gaji PNS yang malas dan rajin bakal dibedakan. Aturan baru yang mengemuka tahun lalu itu, harusnya sudah mulai diterapkan tahun ini. Semoga, ini tidak berhenti di wacana saja. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita