Sabtu, 24 April 2021

HNW: Penghapusan Pasal Penodaan Agama, Lahan Subur bagi PKI

HNW: Penghapusan Pasal Penodaan Agama, Lahan Subur bagi PKI

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid menolak wacana penghapusan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Wacana ini muncul pasca jatuhnya vonis terhadap terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Selasa (9/5).

Banner Iklan Swamedium

Selain alasan munculnya intoleransi, Hidayat menuturkan, Indonesia memiliki sejarah panjang terhadap pemberontak Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurutnya, partai tersebut dinilai sebagai golongan anti-agama dan anti-Tuhan, maka penghapusan pasal tersebut sama saja mendukung kemunculan PKI.

“Apakah ini tidak kemudian memberikan lahan subur bagi PKI kembali bangkit? Makanya, kita harus menolak penghapusan pasal tersebut,” tandasnya.

Ia menjelaskan, Indonesia sejak awal bukanlah negara kafir, komunis, atau atheis, melainkan negara ketuhanan dan negara beragama.

Dasar negara, lanjut Hidayat, yaitu Pancasila identik dengan Ketuhanan Yang Maha Esa yang erat kaitannya dengan tauhid. Bahkan sejak 1 Juni 1945 saat merumuskan Pancasila, Presiden Soekarno menulis ketuhanan sebagai sila pertama.

“Jadi sejarah kita ini bukan negara anti-agama atau anti-Tuhan yang membiarkan penistaan agama. Tapi justru menghormati agama dan ketuhanan. Menegakkan komitmen negara yang berketuhanan,” kata Hidayat seperti dikutip Tempo.

Oleh karena itu, pihaknya dengan tegas menolak jika ada yang mau menghapus pasal tersebut.

“Kalau kemudian ada yang mau menghapus pasal penistaan agama, sikap kita adalah menolak. Bahkan kalau perlu harus dikuatkan lagi supaya jera dan orang tidak mempermainkan agama,” pungkasnya.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita