Jumat, 23 April 2021

Pemerintah Targetkan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Naik 45%

Pemerintah Targetkan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Naik 45%

Jakarta, Swamedium.com – Ditengah kekhawatiran gelombang PHK karyawan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan jumlah peserta hingga akhir tahun 2017 mencapai 29 juta orang atau naik 45% dari 20 juta peserta saat ini. BPJS Ketenagakerjaan juga akan mendorong TKI di Singapura dan Hong Kong menjadi peserta agar mendapatkan perlindungan BPJS.

Banner Iklan Swamedium

“Sampai saat ini sudah 20 juta dan kami menargetkan sampai dengan akhir tahun sebesar 29 juta peserta,” ungkap Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, M Krishna Syarif dalam acara sosialisasi Jaminan Pensiun, di area CFD, Jakarta Pusat seperti dikutip dari detik.com, Minggu (14/05).

Krishna menambahkan ke depan untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya akan memprioritaskan perekrutan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang saat ini ditemui di lapangan banyak mengalami kesulitan menjangkau akses pendaftaran.

“Masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk akses pendaftaran kami himbau yang sanak keluarganya belum terdaftar untuk mendaftar kan ke cabang terdekat,” ujarnya.

Disamping itu, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Ketenagakerjaan, Krishna mengaku pihaknya juga telah melakukan upaya untuk mempermudah proses pencairan.

“Dari waktu ke waktu kita ingin meningkatkan standarisasi layanan. Bahwa itu prosesnya harus dipermudah karena itu hak daripada peserta. 2 hari selesai,” jelasnya.

TKI Diprioritaskan

Dalam kesempatan sama, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, M Krishna Syarif mengatakan perlindungan ketenagakerjaan pada TKI akan diprioritaskan bagi tenaga kerja yang ditempatkan di Asia, terutama di Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.

“Sekarang kita lagi menyusun dengan menteri tenaga kerja untuk memberikan perlindungan kepada TKI kita di luar negeri, Kita sedang melakukan kajian dengan Kementerian Tenaga Kerja, instansi terkait,” ungkap Krishna.

Meski begitu, dirinya belum bisa menjabarkan lebih jauh bentuk perlindungannya. Pasalnya diakui Krishna, saat ini skema pemberian perlindungan pada TKI tersebut masih dalam proses pengkajian. Kendati demikian, setidaknya rencana tersebut menurutnya harus mampu terealisasi pada tahun ini. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita