Kamis, 15 April 2021

Agar Bisnis Bareng Teman Sukses dan Tidak Berakhir Konflik

Agar Bisnis Bareng Teman Sukses dan Tidak Berakhir Konflik

Jakarta, Swamedium.com – Menggandeng kawan, keluarga atau kolega untuk bermitra menjadi pilihan sebagian orang saat membuka usaha dengan tujuan agar bisnisnya berjalan lebih baik. Ada mitra yang diajak untuk memikirkan usaha, tentu bebannya diharapkan menjadi lebih ringan dan bisnis lebih cepat berkembang.

Banner Iklan Swamedium

Alasan dalam bermitra, diantaranya karena kekurangan modal, kesamaan visi dan misi, mempererat tali silaturahim antar teman atau keluarga, berbagi risiko bisnis dan belum berpengalaman dalam bisnis.

Benar, berusaha rame-rame bisa membagi risiko sebab tanggungjawab usaha ditanggung bersama rekan bisnis. Meski terlihat menyenangkan memiliki teman dalam berbisnis, dalam prakteknya tidak mudah mencari mitra usaha yang cocok. Ibaratnya, satu perahu yang memiliki dua, tiga atau bahkan empat nahkoda (tergantung jumlah mitra bisnisnya), butuh ketrampilan untuk menyatukan berbagai perbedaan itu.

Masing-masing orang punya latar belakang dan kemauan yang berbeda. Nah, seni menyatukan perbedaan dengan mitra bisnis ini harus kita miliki agar hubungan baik dengan mitra bisnis atau kawan tidak berakhir berantakan gara-gara berbisnis bersama.

Tidak ada salahnya mencoba bermitra dan membangun teamwork dalam bisnis. Namun, jika Anda berencana menjalankan bisnis bersama teman atau kerabat, diskusikan beberapa hal ini sebelum memulai usaha.

Kenali Karakter Mitra

Sebelum memulai bisnis bersama, lebih baik kenali karakter mitra agar bisa memutuskan apakah dia bisa cocok diajak berbisnis bersama atau tidak. Kalaupun jadi berbisnis, kita juga bisa tahu cara berkomunikasi yang tepat.

Kawan yang pemalas tidak cocok diajak berbisnis sebab memiliki usaha itu butuh kerja ekstra. Begitupun rekan yang karakternya ugal-ugalan, biasanya hanya jadi tukang rusuh. Kecuali, dia sepakat hanya menjadi penyokong dana dan tidak campur tangan dalam pengelolaan bisnis.

Menyamakan Visi dan Misi

Sering bersama dan kenal sejak lama belum cukup jadi modal untuk bermitra dengan saudara atau teman. Sebab teman yang asyik diajak hang out, belum tentu bisa menjadi partner yang cocok untuk menjadi rekan usaha.

Maka sebelum memulai, gali lebih jauh bagaimana pandangannya terhadap usaha yang akan ditekuni bersama. Anda dan calon mitra perlu menyamakan visi dan misi dalam berbisnis. Apa yang menjadi tujuan bermitra.

Misalnya, Anda berniat sangat serius, bahkan berani meninggalkan karier gemilang di perusahaan tempat Anda bekerja, demi all-out untuk merintis sebuah bisnis. Sementara teman ternyata hanya mencari kegiatan pengisi waktu luang atau hanya ingin bersenang-senang bersama Anda saja.

Hal lain yang juga penting dibahas adalah nilai-nilai yang dianut masing-masing. Misalnya Anda dan sahabat ingin menjalankan usaha kuliner dengan mendirikan sebuah restoran. Anda sangat peduli dengan cara-cara menjalankan usaha yang sesuai dengan prinsip syariah Islam, sementara teman Anda tipe orang yang level religiusnya kurang. Ini juga bisa menjadi masalah.

Contoh ekstrimnya, misal Anda ingin restoran tidak menjual babi, sementara mitra tidak peduli yang penting menghasilkan duit banyak. Anda ingin memberi waktu bagi karyawan untuk ibadah, sementara dia tidak, dan sebagainya. Hal-hal seperti itu harus dibicarakan tuntas di awal kerja sama.

Bila kata sepakat di awal pembicaraan kerja sama tidak dicapai, lebih baik tidak bermitra. Sebab, perbedaan visi, misi serta nilai-nilai seringkali membuat frustrasi dan membuat hubungan rentan bubar.

Pembagian Peran dan Tanggung Jawab

Berbisnis mengutamakan sikap profesional. Ada target finansial yang hendak dicapai, prosedur yang harus dijalankan, dan sistem yang perlu dibangun agar segala sesuatunya berjalan dengan baik. Sehingga perlu ada pembagian tugas dan peran yang jelas sehingga setiap orang memiliki tanggung jawab sesuai perannya.

Mungkin Anda dan partner bisnis sudah bersahabat sejak kecil sehingga punya hubungan personal yang sangat kuat. Tapi bila sudah menyangkut urusan bisnis, segala sesuatunya harus dilakukan secara profesional. Ada hak, kewajiban dan aturan main yang perlu disepakati sebelumnya.

Pembagian tugas ini idealnya juga menjadi sinergi yang saling menguatkan. Misalnya Anda fasih mengurusi bidang keuangan, sementara rekan memiliki jiwa kreatif yang tinggi. Sehingga Anda diserahi tanggung jawab mengelola keuangan, sementara rekan memiliki peran lebih dalam pengembangan produk.

Bila pembagian tugas sudah dilakukan, masing-masing diharapkan memiliki komitmen untuk menjalankannya sehingga bisa saling mendukung dan menjadi sebuah kekuatan.
Manajemen Konflik

Seperti halnya hubungan cinta, hubungan bisnis tidak selamanya manis. Ada saat-saat di mana segala sesuatunya berjalan pada jalurnya. Ada masa ketika usaha menemukan hambatan dan menghadapi persoalan.

Baiknya, pada awal hubungan, penting diutarakan bagaimana sikap dan cara masing-masing dalam menghadapi konflik. Apa tindakan penyelesaian yang akan dilakukan bila terjadi hal yang tidak menyenangkan dalam hubungan bisnis Anda.

Mengantisipasi kegagalan bukan berarti berpikiran negatif, tapi justru menunjukkan keseriusan Anda memulai usaha dan betapa pentingnya Anda memandang pertemanan. Sehingga apa pun yang terjadi dalam hubungan bisnis tidak akan merusak hubungan pertemanan Anda. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita