Selasa, 20 April 2021

Fahri Sesalkan Jurnalisme ‘Ngawur’ Metro TV

Fahri Sesalkan Jurnalisme ‘Ngawur’ Metro TV

Jakarta, Swamedium.com – Terlalu sering membuat berita berat sebelah dan bohong untuk menggiring opini publik yang merugikan umat Islam, membuat MetroTV menjadi ‘public enemy’. Sudah menjadi rahasia umum bila stasiun televisi milik Suryo Paloh, salah satu pendiri Partai Nasdem ini kerap memutarbalikkan fakta dalam pemberitaannya.

Banner Iklan Swamedium

Kali ini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meluapkan kekesalannya atas berita bohong MetroTV terkait aksi massa di Bandara Sam Ratulangi, Manado dalam beberapa cuitannya di twitter. Fahri menyesalkan gaya jurnalisme MetroTV yang partisan dan informasinya ngawur (misleading).

Berikut ini beberapa cuitan twitternya merespon aksi massa di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara yang dikabarkan menolak kehadiran Fahri di kota tersebut.

Dari mana @Metro_TV bisa mengarang berita saya mau lantik FPI di Bitung?. Media begini bikin rakyat resah..karena suka bohong.

“Saya dibilang satu rombongan dengan pengurus FPI yg mau dilantik. Lah wong saya dari makasar. Trus yang FPI itu siapa namanya?” cuitnya.

Yang aneh, @Metro_TV Masih menyesalkan #Aksi411 dan seterusnya… coba bayangkan.. ini jurnalisme apa?

Aksi jutaan orang berkali2 damai dan tidak ada senjata dan api… malah dimaki dipersoalkan. Sementara itu aksi segelintir orang bersenjata atau yang menolak keputusan pengadilan negara diapresiasi.

Kita terus menerus menyesalkan jurnalisme @Metro_TV yang partisan dan misleading (ngawur).

“Saya datang ke.seluruh.Indonesia tidak ada masalah, disambut secara baik.. kok ada kelompok berseragam jadi ada masalah?” tanyanya.

Menyembunyikan identitas kalian yang berada di belakang semua ini itulah kejahatan @Metro_TV.

“Berpolitik dengan identitas itulah demokrasi…kalau tidak kenapa kita membangun sistem politik berbasis partai?Tapi yang jahat adalah menggunakan media seolah netral sambil menyembunyikan identitas di belakang layar,” tuding Fahri.

Cuitan Fahri berikutnya,”Freedom of the press is not the freedom of the owner of the press.. #stopfakenews @Metro_TV. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita