Jumat, 23 April 2021

Jadi Saksi Ahli Rizal-Jamran, Yusril Nilai JPU Terburu-buru Pakai Pasal 28 UU ITE

Jadi Saksi Ahli Rizal-Jamran, Yusril Nilai JPU Terburu-buru Pakai Pasal 28 UU ITE

Foto: Bersaksi di persidangan, Yusril menilai JPU terburu-buru menjerat Rizal dan Jamran dengan UU ITE. (okezone)

Jakarta, Swamedium.com — Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan terdakwa kasus penyebaran kebencian di media sosial dengan terdakwa Rizal Kobar dan Jamran. Sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi ahli yang diajukan kedua terdakwa, yakni Yusril Ihza Mahendra.

Banner Iklan Swamedium

Dalam penjelasannya di persidangan, Yusril mengatakan bahwa jaksa penuntut umum (JPU) yang menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 28 UU ITE sebagai hal yang terburu-buru.

“Pasal tersebut multitafsir dan bisa menghilangkan asas kepastian hukum,” ujar Yusril di PN Jakarta Selatan, Jalan Raya Ampera, Senin (15/5).

Dalam menafsirkan pasal tersebut, jelas Yusril, harus dilihat apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Karena menyebutkan “barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak”.

“Jangan ditafsirkan sembarangan, kalau tanpa hak mengkritik sesuatu dia akan salah. Tapi sebagai warga negara dia punya hak mengkritik,” jelasnya.

Yusril mengatakan, setiap warga negara dijamin konstitusi dalam menyampaikan pikiran baik secara lisan dan tulisan.

“Di sisi lain setiap warga negara berhak menyatakan pikiran, lisan, dan tulisan yang dijamin konstitusi, tapi di lain pihak dibatasi undang-undang. Tapi sayangnya undang-undang membatasi secara multitafsir,” katanya lagi.

Yusril juga menambahkan, dalam kasus ini kedua terdakwa bukanlah orang yang pertama mengunggah ujaran kebencian di media sosial. Namun, JPU tak memperhatikan hal tersebut.

“Persoalannya dalam UU ITE, Pak Jamran adalah orang ke seribu yang meng-uploadnya. Padahal ada orang pertama yang membuat, itu tidak pernah dipikirkan, tak pernah dipersoalkan,” pungkasnya.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita