Selasa, 20 April 2021

Bawang Putih Lebih Rp38 Ribu, Importir Bisa Dicabut Izin Usahanya

Bawang Putih Lebih Rp38 Ribu, Importir Bisa Dicabut Izin Usahanya

Jakarta, Swamedium.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mematok harga tertinggi bawang putih Rp38 ribu per kg. Bila ada pedagang yang menjual lebih mahal, pemerintah berjanji akan mencabut izin usaha importir yang terbukti mempermainkan harganya.

Banner Iklan Swamedium

Meski tidak masuk kelompok sembako, harga bawang putih yang melonjak tinggi tetap memberatkan masyarakat. Dalam rangka menstabilkan harga, Kementan baru saja mengguyur ribuan ton bawang putih ke pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur di akhir pekan lalu.

Dengan stok cukup, harga bawang putih diharapkan stabil. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menetapkan harga bawang putih maksimal Rp38 ribu per kilogram (kg).

“Harga kemarin saya pantau di pasar masih 40 ribu per kg. Itu pun kami anggap tinggi. Tidak boleh melewati Rp 38 ribu. Kalau ada yang menjual diatas Rp 38 ribu, kami akan lacak importirnya. Kami sudah sepakat Mendag (Menteri Perdagangan) akan cabut izinnya,” kata Amran usai menyampaikan kuliah umum di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung seperti dilansir republika, Senin (15/5).

Menurut dia, kenaikan ini tidak boleh terjadi. Apalagi, pihaknya sudah menyebar pasokan bawang putih ke berbagai daerah. Harga komoditas lokal seperti bawang merah dan cabai pun dikatakannya relatif stabil.

Ia menyebutkan Satgas Pangan akan turun ke pasar-pasar untuk memantau harga bawang putih. Sebab di sejumlah daerah masih ditemukan bawang putih dijual dengan harga di atas batas maksimal yang ditetapkan.

“Masa barang impor naik harganya.Yang lokal bawang merah rendah kan. Cabai kemudian beras. Masa yang impor naik, berarti ada yang main. Nanti satgas yang turun,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada para importir dan pedagang agar tidak mengambil keuntungan dari momen Ramadhan. Dengan menaikan harga yang merugikan konsumen.

“Kami meminta kepada pedagang kecil, menengah, besar, tolong jangan menganggu orang yg mau beribadah di bulan suci ramadhan. Jangan ganggu mereka karena tidak ada alasan harga naik karena stok kita lebih dari cukup,” tuturnya. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita