Jumat, 23 April 2021

Notaris dan Akuntan Bisa Termasuk Pemakan Riba

Notaris dan Akuntan Bisa Termasuk Pemakan Riba

Jakarta, Swamedium.com – Berhati-hatilah, praktek riba sangat dilarang dalam Islam. Ternyata profesi notaris dan akuntan pun bisa termasuk dalam golongan pemakan riba, meski mereka bukan rentenir atau orang yang meminjamkan uang, baik resmi maupun tidak resmi dengan bunga tinggi.

Banner Iklan Swamedium

Bagaimana tinjauan hukumnya dalam Islam terkait profesi notaris dan akuntan ini. Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anha pernah mengatakan,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, yang memberi makan riba, yang menulis transaksi, dan dua saksi transaksi riba. Beliau mengatakan, “Mereka semua sama.” (HR. Muslim 4177, Abu Daud 3335 dan yang lainnya).

Notaris adalah orang yang memiliki latar belakang ilmu hukum. Fungsi notaris mencatatkan segala transaksi klien sekaligus menjadi saksinya agar transaksi itu memiliki kekuatan hukum. Sedangkan akuntan yang memiliki latar belakang ilmu ekonomi menjadi petugas yang mencatat transaksi itu ke dalam pembukuan perusahaan.

Dalam hal ini, siapa yang menjadi pencatat riba, bila seorang notaris dan akuntan berurusan dengan klien yang sedang membuat akad kredit dengan bank konvensional? Berdasarkan penjelasan di atas, pencatat riba ada dua;

[1] Pencatat transaksi riba.

Merekalah yang mencatat terjadinya transaksi riba. Merekalah yang mendapatkan laknat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[2] Mencatat hasil transaksi riba, seperti yang dilakukan bagian laporan keuangan.

Akuntan atau bagian pembukuan hanya mencatat hasil transaksi dan bukan transaksinya. Transaksi riba dilakukan di bank. Mereka sama sekali tidak terlibat dalam transaksi. Mereka hanya memindahkan angka di rekening, ke pembukuan.

Untuk tugas yang kedua, tidak masuk hadis laknat di atas. Pendapat berbeda mengatakan, akuntan juga terkena riba sebab terlibat membantu transaksi, meski hanya mencatatkan transaksi ke pembukuan atau memeriksa laporan keuangannya. Keduanya, baik notaris maupun akuntan terlibat dalam tolong menolong aktivitas yang dilarang dalam agama.

Kita bisa lihat penjelasan al-Hafidz Ibnu Hajar. Beliau mengutip keterangan Ibnu Tin,
ذكرهما على سبيل الإلحاق لإعانتهما للآكل على ذلك وهذا إنما يقع على من واطأ صاحب الربا عليه فأما من كتبه أو شهد القصة ليشهد بها على ما هي عليه ليعمل فيها بالحق فهذا جميل القصد لا يدخل في الوعيد المذكور وإنما يدخل فيه من أعان صاحب الربا بكتابته وشهادته

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan saksi dan pencatat dimasukkan dalam laknat, karena mereka berdua membantu orang untuk makan riba. Ini terjadi pada orang yang setuju dengan pemakan riba. Sementara orang yang menulis riba atau mendengar kisah tentang pelaku riba, untuk melihat kasusnya dan mengamalkan yang benar, maka yang semacam ini niatnya baik, tidak termasuk dalam ancaman. Yang masuk dalam ancaman adalah orang yang membantu pemakan riba, dengan mencatat transaksinya atau menjadi saksinya. (Fathul Bari, 4/314).

KPR Bank

Memahami keterangan di atas, keterlibatan notaris dalam transaksi kpr bank atau jual beli kredit, termasuk transaksi utang piutang dengan bank, mereka berada di posisi pencatat riba dan sekaligus saksi atas transaksi riba. Dan keterlibatan orang sebagai pencatat dan saksi atas transaksi riba, diancam laknat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena itu, tidak ada plihan bagi notaris selain harus memberanikan memilih klien. Berani menolak jika harus dilibatkan dalam trasaksi riba. Saya pernah mendengar seorang notaris mengeluhkan, jadi notaris kalau hanya lurus itu sulit. Dia bisa kehilangan banyak klien.

Namun bagi notaris mukmin, ini bukan masalah besar baginya. Karena cita-citanya, bukan sebatas mengumpulkan dunia, namun mereka juga memastikan bahwa pernghasilannya adalah penghasilan yang halal. Para notaris perlu meyakini, meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, akan diganti dengan yang lebih baik.

Begitupun, akuntan yang bekerja di bank atau perusahaan pembiayaan (multifinance) konvensional bisa termasuk dalam golongan pemakan riba sebab membantu transaksi riba tersebut dengan turut melakukan pencatatan transaksinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلَّا بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Tidaklah anda meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan menggantikan untuk anda yang lebih baik dari pada itu. (HR. Ahmad 23074 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Rizki ada di tangan Allah, yang dibagikan kepada para hamba-Nya. Dan apa yang ada di tangan kita akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah.

Dengan membangun kesadaran akan akhirat, seorang notaris mukmin akan lebih teratur dalam mencari dunia. Mereka tidak liar, menelan apa saja layaknya binatang. Itulah yang membedakan kita sebagai orang mukmin dengan orang kafir.

Orang kafir ketika mencari dunia, mereka tidak kenal halal haram, tidak pernah peduli dengan riba, tidak perhatian dengan transaksi bermasalah. Bagi mereka, selama itu menguntungkan, itu adalah peluang yang tidak boleh disia-siakan.

Karena itulah, dalam al-Quran, Allah memisalkan semangat orang kafir dalam mencari dunia, layaknya binatang. Mereka makan, mereka menikmati dunia, tanpa pernah peduli, apakah itu rumput miliknya atau rumput milik tetangganya.

Allah berfirman,
وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka. (QS. Muhammad: 12)

Tentu saja, kita sebagai muslim tidak ingin seperti mereka. Meniru karakter manusia yang Allah sebut seperti binatang. Semoga Allah – ta’ala – memberikan hidayah bagi kaum muslimin untuk bersabar mencari yang halal, apapun profesinya. Tak terkecuali para notaris di sekitar kita.(maida)

Read more https://konsultasisyariah.com/28347-notaris-dan-riba.html

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita