Rabu, 21 April 2021

Pengamat Sebut Jokowi Keterlaluan Jika Subsidi Listrik 450 VA Juga Dicabut

Pengamat Sebut Jokowi Keterlaluan Jika Subsidi Listrik 450 VA Juga Dicabut

Foto: Presiden RI Joko Widodo. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pengamat ekonomi dan energi dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi, meminta pemerintah agar tidak lagi berencana mengotak-atik subsidi pada pelanggan 450 VA. Pasalnya, pelanggan listrik dengan kapasitas tersebut berasal dari masyarakat tidak mampu.

Banner Iklan Swamedium

Menurutnya, pelanggan listrik 450 VA adalah masyarakat miskin, maka tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk mengatakan bahwa subsidi yang disalurkan tidak tepat sasaran.

“Kalau subsidi 450 VA, yang pelanggannya rakyat miskin, sudah sangat keterlaluan. Pemerintah sudah tega menambah beban rakyat miskin,” kata dia seperti dikutip Aktual, Senin (15/5).

Fahmy menilai, secara ekonomi jika pencabutan 450 VA dilakukan, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap laju inflasi. Namun akan mempengaruhi kondisi sosial dan beban rakyat miskin.

“Memang pencabutan subsidi 450 tidak berpengaruh signifikan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, tapi berpengaruh terhadap beban biaya rakyat miskin,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Fahmy, subsidi listrik pada pelanggan 450 VA menjadi benteng terakhir bagi Presiden Jokowi untuk menyebut bahwa dirinya tidak terperosok dalam penganut neo liberalisme.

“Setelah tidak ada lagi subsidi BBM, yang disusul dengan pencabutan total subsidi listrik, semakin mengindikasikan Jokowi menjalankan kebijakan ultra neo liberalisme, yang menihilkan peran pemerintah dalam perekonomian,” tegasnya.

Dan kalau benar subsidi 450 VA, kata Fahmy, Jokowi telah mengkhianati janji kampanyenya saat Pilpres.

“Kalau benar, kebijakan ultra liberal diterapkan sangat bertentangan dengan Nawacita, yang menjadi dagangan Jokowi saat kampanye Pilpres,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita