Jumat, 23 April 2021

Sindir Ketidaktegasan Polri, Warganet Suarakan #DimanaTito

Sindir Ketidaktegasan Polri, Warganet Suarakan #DimanaTito

Jakarta, Swamedium.com — Ada yang menarik terjadi di jagad twitter, Senin (15/5). Salah satu tagar yang menjadi trending topic ketika warganet menyindir Kapolri Tito Karnavian dengan #DimanaTito.

Banner Iklan Swamedium

Tagar ini muncul terkait situasi akhir-akhir ini ketika massa pendukung Ahok melakukan aksi melanggar aturan penyampaian pendapat di ruang terbuka yang melebihi pukul 18.00 WIB.

Tagar #DimanaTito terus bertambah dan dicuitkan lebih dari 8000 orang hingga pukul 19.00 WIB.

“Pa jendral dimana saat aksi anarkis ahoker berlangsung?! Kami rindu gertakan Mu!! #DimanaTito,” cuit akun @bukan_pemimpin9 sembari mengunggah video profil Tito selama karirnya di kepolisian.

Sementara akun @agungprima010 membandingkan kemunculan Kapolri di televisi ketika aksi bela Islam berlangsung.

”Aksi Bela Islam dia pasti muncul di tv, tatkala bela ahok bermunculan hilang bak ditelan bumi #DimanaTito,” cuitnya.

Ada lagi warganet, Oddi Arma lewat akun @odiology yang menyayangkan keberpihakan polisi.

“polisi selalu bilang mereka profesional I polisi tidak berpihak I tapi maaf, susah kami untuk percaya hal itu #DimanaTito,” kata akun tersebut.

Warganet lainnya menyayangkan sikap kepolisian yang dinilainya kalah oleh aksi-aksi premanisme.

“Ketika polisi kalah dengan preman, artinya negara siap dipimpin oleh aturan rimba. #DimanaTito,” ujar akun @Rizki44874585.

Kejadian pengadangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun ikut disebut sebut terjadi karena ketidaksiapan kepolisian.

“Siapa yang radikal pa? yang memaksa masuk lapas dan memaksa masuk bandara membawa senjata. #DimanaTito,” cuit akun @acbaihaqi.

Bahkan ada warganet dengan akun @Gemacan70 yang mengkritik tuduhan makar oleh polisi yang berujung penangkapan beberapa tokoh dan ulama.

“Ada penangkapan beberapa orang penting dlm aksi bela agama islam dgn tuduhan makar…seenak jidat yg datanya hanya by medsos #DimanaTito,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, massa pendukung Ahok di beberapa daerah menggelar aksi pada malam hari. Mereka tidak bisa menerima vonis majelis hakim perkara penistaan agama yang menjatuhkan 2 tahun penjara buat Ahok. Di Bandung, Makassar dan beberapa daerah lain, aksi tersebut dibubarkan warga karena dianggap melanggar aturan unjuk rasa. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita