Kamis, 15 April 2021

Mabes Polri Periksa Empat Pengurus Masjid Mujahidin Surabaya

Mabes Polri Periksa Empat Pengurus Masjid Mujahidin Surabaya

Foto: Sekretaris Yayasan Masjid Mujahidin Ustadz Syahrul Muakaram. (Yetty/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Empat pengurus masjid Mujahidin Surabaya, Selasa (16/5) menjalani pemeriksaan terkait adanya laporan ujaran kebencian dan UU ITE dengan terlapor ustadz Alfian Tandjung. Empat pengurus takmir masjid tersebut menjalani pemeriksaan oleh penyidik Mabes Polri di ruang takmir masjid Mujahidin Surabaya.

Banner Iklan Swamedium

Ustadz Alfian Tandjung menjadi terlapor dengan tuduhan pelanggaran 156 KUHP dan pasal 16 Jo pasal 4(1) huruf b UU RI NO 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan pasal 45(2) Jo pasal 28(2) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE(Informasi dan Transaksi Elektronik).

Empat pengurus tersebut antara lain Ketua Umum Yayasan Masjid Mujahidin Ustadz Hasyim Yahya, Ketua 1 Yayasan Masjid Ustadz Maman Rosdiawan LC, Sekretaris Yayasan Masjid Ustadz Syahrul Muakaram dan pengurus Masjid Al Ikhlas Sugiarjo.

Menurut ustadz Syahrul, dirinya bersama tiga pengurus takmir masjid diperiksa sebagai saksi atas laporan dari warga Surabaya bernama Sudjatmiko dengan nomor laporan polisi LPB/451/IV/2017/UM/JATIM yang ditandatangani oleh penyidik Kombes Pol Drs. Panca Purtra.

”Dalam pemeriksaan kami ditunjukkan rekaman youtube yang berjudul kuliah shubuh ustad Alfian Tandjung di Masjid Mujahidin Surabaya yang materi ceramahnya tentang bahaya PKI dan PKC. Kami diminta keterangan tentang pelaksanaan kegiatan kuliah subuh tersebut,” ujarnya.

Diungkapkan oleh Ustadz Syahrul, pihaknya tak mengetahui penyelenggara kegiatan kuliah subuh tersebut.

”Masjid Mujahidin itu bebas dan biasanya kalau ada ulama atau habib mampir sholat di masjid lalu menggelar ceramah atau kuliah subuh secara mendadak. Kami tak bisa melarang karena ini untuk kepentingan syiar agama Islam,” sambungnya.

Ketika dikonfirmasi tayangan tersebut berasal dari Mujahidin TV yang dikelola pihak masjid, ustadz Syahrul menjelaskan, bahwa setiap ada aktivitas kegiatan syiar di Masjid Mujahidin selalu di upload melalui Youtube.

Soal materi pemeriksaan, ustadz Syahrul Muakaram mengaku bahwa dirinya bersama empat pengurus lainnya sebatas saksi.

”Saya ditanya 16 pertanyaan seputar aktivitas pengajian di masjid Mujahidin dan terutama kegiatan kuliah subuh dengan penceramah ustadz Alfian Tandjung,” tutupnya. (Ari)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita