Jumat, 23 April 2021

Menkop; Koperasi yang Tidak Ikuti Teknologi Bakal Mati

Menkop; Koperasi yang Tidak Ikuti Teknologi Bakal Mati

Jakarta, Swamedium.com – Kemajuan teknologi telah mengubah peta di dunia bisnis. Mau tidak mau, bidang usaha apapun, termasuk koperasi harus mengikuti perubahan zaman dengan melakukan inovasi dalam teknologi pelayanannya agar tidak ditinggalkan oleh anggotanya.

Banner Iklan Swamedium

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengapresiasi Koperasi Simpan Pinjam-Sejahtera Bersama (KSP-SB), Bogor yang telah menggunakan teknologi maju seperti, Advance Cooperative Online System (Artos Mobile) dan mesin ATM khusus koperasi yang bisa menarik dan menyetor dana secara tunai.

Menkop mengatakan sepuluh tahun yang lalu, kita tidak pernah bisa membayangkan seorang pengusaha hotel besar tapi tidak memiliki satu buah kamar pun. Demikian juga dengan pengusaha taksi, yang tidak memiliki satu unit mobil pun untuk taksi. Lihat Agoda, Traveloka, dan sebagainya. Lihat juga Grab, Uber dan Gojek.

“Hal itu bisa dilakukan karena mereka menguasai teknologi. Koperasi pun bisa melakukan hal itu dalam meningkatkan pelayanan kepada para anggotanya,” jelas Puspayoga pada acara sosialisasi hasil Rapat Anggota Tahunan Elektronik (e-RAT) Tahun Buku 2016 KSP-SB, di Bogor, di akhir pekan.

Puspayoga melanjutkan penerapan teknologi koperasi tersebut merupakan bagian dari program Reformasi Total Koperasi yang sudah digulirkan Kemenkop dan UKM. Reformasi Koperasi itu meliputi rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi. Tujuannya adalah membangun koperasi yang berkualitas.

“Jumlah koperasi tak perlu banyak, cukup sedikit tapi berkualitas. Jumlah anggota koperasinya yang harus terus kita tingkatkan,” imbuh dia.

Soal inovasi teknologi yang dilakukan JSP-SB, Iwan Setiawan menjelaskan bahwa e-RAT atau Rapat Anggota Tahunan secara elektronik sudah dijalankan untuk kedua kalinya. Bahkan, tahun lalu mendapat penghargaan dari MURI sebagai koperasi pertama di Indonesia yang melakukan RAT secara elektronik.

“RAT secara elektronik ini terbukti efektif dan efisien, serta semakin banyak anggota yang terlibat dalam RAT. Ke depan, kami akan terus meningkatkan pelayanan terhadap anggota, khususnya dalam e-RAT,” kata Iwan.

Dia juga menjelaskan, dari total anggota sebanyak 90.054 orang, sekitar 53 ribuan anggota di antaranya atau sekitar 59,6% mengikuti e-RAT tahun buku 2016. Dan yang setuju dengan pertanggungjawaban pengurus mencapai 99,36%., sedangkan yang setuju dengan program kerja tahun 2017 sebesar 98,14%.

“Kinerja usaha KSP-SB tahun 2016 tumbuh sebesar 22%. Dan tahun ini kita akan memperluas jaringan di daerah untuk meningkatkan kinerja kita. Dan kita akan terus melakukan eksplorasi teknologi untuk kemajuan KSP-SB,” tutur Iwan.

Sementara itu, Dang Zeany memaparkan teknologi Artos Mobile yang bakal digunakan KSP-SB mulai Agustus 2017 ini. Dengan teknologi Artos Mobile, kata dia, sistem sudah online dengan seluruh kantor cabang. Dengan Artis Mobile9, anggota koperasi juga bisa melihat perkembangan data usaha secara realtime.

“Saat ini, sistem ini baru bisa dibuka melalui HP berbasis android. Ke depan kita akan masuk ke layanan Iphone,” kata Dang Zaeny.

Artos Mobile memiliki fitur-fitur, antara lain pengecekan saldo tabungan dan simpanan berjangka, transfer antar tabungan, pengecekan outstanding penagihan, pembelian/pembayaran pulsa listrik, Telkom, tiket, hingga pembayaran BPJS Kesehatan.

“Intinya, kita ingin memberikan pelayanan prima lewat sistem online kita, layaknya Branchless Banking,” kata dia. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita