Jumat, 23 April 2021

Pemprov Jatim Berlakukan E-Newbudgeting

Pemprov  Jatim Berlakukan E-Newbudgeting

Foto: Gubernur Jatim Soekarwo menyosialisaikan program E-Newbudgeting. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Pemprov Jatim pada PABD (Perubahan Anggaran Belanja Daerah) Tahun Anggaran 2017 akan memberlakukan e-Newbudgeting dalam pengelolaan keuangan, yakni pengelolaan sistem anggaran yang telah terintegrasi dari E- Musrenbang, E- Planning dan E-SIKDA/Sistem Informasi Keuangan Daerah.

Banner Iklan Swamedium

“Penyusunan anggaran ini merupakan kreasi Pemprov Jatim untuk transparan dan pembelajaran secara konsisten terhadap program prioritas pemerintah. Ini pertama di Indonesia,” ungkap Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) dalam Rapat Koordinasi e-Newbudgeting di Ruang Rapat Lantai VII Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (16/5).

Pakde Karwo menambahkan, dalam E-Newbudgeting, sistem pengelolaan keuangan terkoneksi satu sama lain, efisien dan termonitor antara hubungan perencanaan dengan IKU (Indeks Kinerja Utama) gubernur. Dengan sistem ini, apabila terdapat ketidaksesuaian dengan program prioritas, akan mudah terkontrol, dapat dilakukan penelusuran dan koreksi secepatnya.

“Pelaksanaan E-Newbudgeting baru dapat diakses atau dilihat oleh masyarakat setelah terwujud menjadi produk berupa peraturan gubernur, sedangkan prosesnya tidak terlihat karena memerlukan perbaikan-perbaikan dalan proses menjadi pergub tersebut,” paparnya.

Dalam proses sampai keluar produk pergub tersebut, Gubernur Jatim mengharapkan agar para Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan biro untuk langsung terjun menanganinya. Sebab, jika tidak, akan tertinggal dengan program-program yang ada di Pemprov Jatim.

“Bagi kabupaten/kota yang ingin menggunakan E-Newbudgeting dalam pelaksanaan anggaran, Dinas Kominfo Provinsi Jatim akan memberikan pelatihan,” ungkap Pakde Karwo.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan Pemprov Jatim, jelas Pakde Karwo, membangun smart province. Caranya, menjaring data yang ada di 38 kabupaten/kota seJatim, khususnya produk unggulan di daerah untuk dipertemukan dengan buyers melalui teknologi informasi. Tujuannya, membantu para pengusaha kecil menengah mengembangkan usahanya.

“Pemerintah harus melindungi pelaku usah kecil menengah dari gempuran globalisasi apabila menginginkan berjaya dalam pembangunan,” paparnya. (Ari)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita