Sabtu, 24 April 2021

Ajak Kepung Istana, BEM SI Akan Bawa “Tugu Rakyat”

Ajak Kepung Istana, BEM SI Akan Bawa “Tugu Rakyat”

Foto: Seruan Aksi Kepung Istana oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia. (BEM SI)

Jakarta, Swamedium.com — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (22/5). Unjuk rasa Senin mendatang bertujuan untuk mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang mencekik rakyat.

Banner Iklan Swamedium

Dalam rilisnya yang diterima Swamedium.com, Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Wildan Wahyu Nugroho mengatakan, saat ini telah jelas tanda-tanda kemunduran bangsa Indonesia. Hal tersebut diperparah dengan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilainya sangat mencekik rakyat.

“Hari ini tanda kemunduran bangsa tampak semakin jelas. Pemerintah dengan sewenang-wenang menetapkan kebijakan mencekik rakyat. Berbagai aset negara dikuasai asing, sedang rakyat miskin digusur dan di PHK. Tugas pemerintah kini tak lebih hanya untuk melanggengkan kekuasaan dan memperlancar proyek-proyek korporat asing,” kata Wildan, Rabu (17/5).

Menurut Wildan, memasuki tahun ketiga rezim Jokowi-JK berkuasa, janji sekaligus program andalan Nawa Cita hanya menjadi Duka Cita bangsa. Maka, lanjut Wildan, cita-cita demokrasi dan kedaulatan rakyat adalah omong kosong belaka. Untuk itu, dalam momen Kebangkitan Nasional, Aliansi BEM SI bermaksud mengingatkan pemerintah agar kembali pada janji-janji yang telah dilempar ke rakyat Indonesia.

“Apabila tidak ada yang memperingatkan rezim hari ini maka permasalahan akan semakin larut. Dan pada momentum bersejarah Kebangkitan Nasional, tak ada artinya apabila hanya menjadi seremonial belaka. Maka tetapkanlah Hari Kebangkitan Nasional sebagai Hari Kebangkitan Mahasiswa Indonesia,” tegasnya.

Untuk mewujudkan momentum Hari Kebangkitan Mahasiswa Indonesia itu, Aliansi BEM SI juga menyampaikan seruan kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyakarat untuk bergabung dalam aksi yang terpusat di Istana Negara, pada Senin, 22 Mei 2017. Mereka akan mengusung apa yang disebut sebagai TUGU RAKYAT atau Tujuh Gugatan Rakyat, yang isi selengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Kembalikan subsidi listrik 900VA dan BBM, serta jamin keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat
  2. Wujudkan jaminan pendidikan nasional dan layanan kesehatan yang berkualitas dan membebaskan
  3. Usut tuntas kasus E-KTP tanpa adanya intervensi politik, berantas praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sampai ke akar-akarnya
  4. Tegakkan demokrasi, tolak pembungkaman dan tindakan represif aparat negara
  5. Usut tuntas mafia Karhutla, hentikan proyek reklamasi dan tolak penambangan kawasan bentang alam karst untuk pabrik semen di seluruh Indonesia
  6. Wujudkan supremasi hukum dan tindak tegas pelaku kejahatan seksual
  7. Hilangkan dominasi asing dan nasionalisasi aset-aset bangsa serta wujudkan kedaulatan pangan, energi dan maritim.

Dalam penutupnya, Wildan yang juga Presiden BEM UNS Surakarta itu  mengatakan, perjuangan mereka tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas.

“Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup dalam perjuangan dan perjuangan melebur dalam dirinya. Dan pastikan kamu ada di jalan juang ini!,” tegasnya.

Untuk itu, BEM SI meminta kepada siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap nasib bangsa Indonesia untuk bersama menggelar parlemen jalanan untuk mengingatkan rezim penguasa.

“Maka angkat saja kepal tanganmu. Jangan biarkan dia usang dan melemah sia-sia!, gelarlah parlemen jalanan, perlihatkan pada rezim hari ini bahwa kita tidak akan surut! Semboyan kita tetap sama: Lawan!,” puyngkasnya (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

 

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita