Kamis, 22 April 2021

Belum Ada Tersangka Baru, GEPRINDO Minta KPK Jangan Takut Bongkar Kasus e-KTP

Belum Ada Tersangka Baru, GEPRINDO Minta KPK Jangan Takut Bongkar Kasus e-KTP

Foto: Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan Persada, Jaksel. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) mendesak KPK serius dan jangan takut membongkar kasus e-KTP walaupun melibatkan orang-orang penting di Indonesia.

Banner Iklan Swamedium

“KPK harus sadar bahwa mereka digaji oleh rakyat bukan oleh elit politik sehingga harus memikirkan rakyat yang telah dirugikan oleh elit politik yang korup proyek e-KTP,” kata Presiden GEPRINDO Bastian P. Simanjuntak melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Rabu (17/5).

Bastian berpendapat, hak angket jangan menjadi penghalang KPK untuk membongkar praktek korupsi yang didalamnya melibatkan anggota DPR RI.

“GEPRINDO menilai hak angket dijadikan bargaining politic anggota DPR RI yang diduga terlibat menikmati korupsi massal tersebut,” ujarnya.

“Seluruh anggota DPR RI yang diduga terlibat harus diperiksa, pengusaha pengadaan e-KTP yang menjalankan proyek tersebut harus diperiksa pula,” tambahnya. GEPRINDO menilai pengadaan KTP-El melibatkan banyak pihak termasuk orang-orang kuat yang selama ini tidak bisa disentuh oleh hukum.

Bastian juga mengatakan, kasus e-KTP merupakan ujian integritas bagi KPK, apakah KPK patuh pada mafia hukum atau KPK bersama rakyat.

“Nama-nama yang ada di BAP saksi maupun tersangka sampai detik ini belum ada yang dijadikan tersangka sehingga memunculkan spekulasi KPK sedang melakukan tebang pilih tersangka,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Bastian, bila KPK serius, tentu tak sulit menetapkan para tersangka, kecuali KPK di bawah tekanan pihak tertentu.

“Untuk itu, kami siap menjadi partner sekaligus garda terdepan KPK dalam melawan elit politik dan mafia hukum yang menekan KPK dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita