Rabu, 21 April 2021

Demi Stabilitas Moneter, BI Larang Individu Bawa Uang Kertas Asing Dalam Jumlah Besar

Demi Stabilitas Moneter, BI Larang Individu Bawa Uang Kertas Asing Dalam Jumlah Besar

Jakarta, Swamedium.com – Mau membawa uang dolar Amerika Serikat atau mata uang asing lainnya dalam jumlah besar ke dalam atau ke luar negeri, sebaiknya pelajari dulu aturan hukum dari otoritas moneter di sini yang sudah berlaku efektif pada 7 Mei ini.

Banner Iklan Swamedium

Aturan terbaru menyatakan orang pribadi dilarang membawa Uang Kertas Asing (UKA) lintas negara dengan nilai mencapai Rp 1 miliar. Bank Indonesia telah menerbitkan ketentuan mengenai pembawaan UKA ke dalam dan ke luar Daerah Pabean Indonesia, yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.19/7/PBV201 7 tanggal 5 Mei 2017.

Dengan diterbitkannya PBI ini, pembawaan UKA keluar dan masuk daerah pabean lndonesia dengan jumlah nilai paling sedikit setara dengan Rp 1 miliar hanya boleh dilakukan oleh Badan Berizin, yaitu bank dan penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank yang telah memperoleh izin dan persetujuan dari BI untuk melakukan Pembawaan UKA.

Di samping badan berizin, Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) yang telah memenuhi persyaratan dan terdaftar di BI dapat melakukan pembawaan UKA lintas batas, namun hanya sebatas sebagai penerima perintah (transporter) dari Badan Berizin.

“Penerbitan PBI tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya aktivitas Pembawaan UKA lintas batas yang belum diimbangi oleh ketersediaan data dan informasi yang memadai bagi otoritas moneter, khususnya mengenai underlying transaksi pembawaan UKA,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Devisa Bank Indonesia‎ Budianto di Gedung Bank Indonesia, awal pekan ini.

Selan itu, menurut Budianto, juga belum tersedia instrumen untuk mengawasi aktivitas Pembawaan UKA yang masuk dan ke luar daerah pabean lndonesia. Pengaturan lalu lintas pembawaan UKA ini nantinya dapat menjadi instrumen yang memonitor sekaligus mengendalikan lalu lintas pembawaan UKA, sehingga diharapkan dapat mendukung efektifitas kebijakan moneter, khususnya dalam pengendalian nilai tukar.

Ketentuan ini juga berkaitan erat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 “tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (I’PPU) dan Peraturan Pemerintah (PP) No.99 Tahun 2016 tentang Pembawaan Uang Tunai yang dikeluarkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kedua pengaturan yang dikeluarkan oleh Bl dan PPATK akan saling menguatkan (enforcing each other) dalam mengatur pembawaan UKA lintas batas.

Dalam implementasinya, pengenaan sanksi akan diberikan bagi pihak-pihak yang tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam PBI. Sanksi yang dikenakan berupa penegakan hukum terhadap seluruh jumlah UKA yang dibawa sesuai aturan teknis pabean Indonesia.

PBI ini mulai berlaku sejak tanggal 5 Maret 2018, namun pengenaan sanksi pelanggaran baru akan diberlakukan pada tanggal 7 Mei 2018 (2 bulan setelah tanggal berlakunya PBI).

Pemberian tenggang waktu pemberlakuan PBI tersebut, antara lain guna memperkuat aspek sosialisasi kepada masyarakat sebelum sanksi PBI diberlakukan secara efektif, serta pemberian waktu bagi Bank dan Penyelenggara KUPVA Bukan Bank yang memenuhi persyaratan untuk mengurus permohonan sebagai Badan Berizin. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita